Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Penjelasan Menteri Darmin Soal Target Pertumbuhan Ekonomi 2017

Target pertumbuhan ekonomi dalam RAPBN 2017 sebesar 5,3 persen, naik 0,1 persen dari target pertumbuhan 2016 sangat realistis.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Y Gustaman
zoom-in Penjelasan Menteri Darmin Soal Target Pertumbuhan Ekonomi 2017
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Menko Perekonomian Darmin Nasution mengikuti sidang tahunan MPR dan sidang bersama DPR-DPD di ruang paripurna I Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (16/8/2016). Pada sidang itu, Presiden menyampaikan pidato kenegaraan terkait kinerja pemerintahan. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Kordinator Perekonomian Darmin Nasution menilai realistis target pertumbuhan ekonomi dalam RAPBN 2017 sebesar 5,3 persen, naik 0,1 persen dari target pertumbuhan 2016.

"Kalau situasi normal di mana motor ekonomi bergerak semua, 0,1 persen bukan barang sulit, tapi kalau motornya pincang ?" kata Darmin menyoal RAPBN 2017 di kantor Ditjen Pajak, Jakarta, Selasa (15/8/2016).

Faktor pendorong pertumbuhan ekonomi di antaranya konsumsi rumah tangga, pengeluaran pemerintah, investasi dan nilai ekspor-impor. Tiga faktor pertama bisa ditangani pemerintah.

Sementara untuk konsumsi rumah tangga, sebagian besarnya dipengaruhi faktor dalam negeri, sehingga masih bisa diintervensi melalui kebijakan pemerintah.

Sedangkan faktor investasi dipengaruh oleh faktor gabungan dari dalam dan luar negeri. Pemerintah masih bisa melancarkan kebijakan untuk menangani masalah di bidang ini.

Menurut Darmin justru yang menjadi masalah adalah faktor ekspor-impor, karena sebagian besarnya dipengaruhi faktor luar negeri. Pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan dapat terhambat karena sedikit banyak terpengaruh ekonomi global.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kalau impor kita tidak membaik, dengan kondisi motor yang agak pincang tidak mudah untuk optimis," jelas Darmin.

Penetapan kenaikan target 0,1 persen, sambung Darmin, pemerintah ingin menunjukkan pesan perekonomian Indonesia masih bisa terus tumbuh di tengah ekonomi sulit kendati cuma 0,1 persen.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas