Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Luhut Takut Pemerintah Tak Punya Uang Bangun Infrastruktur

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan awalnya mengaku ragu pemerintah bisa membangun infrastruktur

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Sanusi
zoom-in Luhut Takut Pemerintah Tak Punya Uang Bangun Infrastruktur
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menko Maritim yang juga pejabat lama Plt Menteri ESDM Luhut Binsar Pandjaitan (kiri) menyampaikan pidato disaksikan oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan (kanan) dalam acara serah terima jabatan (sertijab) di Jakarta, Senin (17/10/2016). Menteri ESDM Ignasius Jonan beserta Wakil Menteri Archandra Tahar resmi menggantikan Luhut Binsar Pandjaitan untuk memimpin jajaran Kementerian ESDM. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan awalnya mengaku ragu pemerintah bisa membangun infrastruktur.

Pasalnya anggaran yang dibutuhkan mencapai 500 juta dolar AS tidak dimiliki pemerintah.

Pada saat program pengampunan pajak disahkan, Luhut baru bisa bernafas lega. Sebab, ada tambahan sumber pendanaan untuk membangun dan memperbaiki infrastruktur yang belum jadi.

"Tadinya saya ragu, karena melihat defisit anggaran. Tapi dengan Tax Amnesty (program pengampunan pajak) yang sukses, itu sangat mungkin terjadi," ujar Luhut di kantor Sekretaris Negara, Jakarta, Jumat (21/10/2016).

Menurut Luhut hal yang terpenting dari program pengampunan pajak adalah memberikan kepercayaan investor dalam negeri yang menaruh uangnya di negara lain, bisa kembali ke tanah air.

"Dengan sukses tax amnesty, itu tentu menimbulkan kepercayaan pada Presiden Joko Widodo," ujar Luhut.

Luhut mengimbau bahwa kepercayaan investor terhadap kebijakan negara harus dipertahankan. Sehingga pertumbuhan ekonomi bisa tumbuh sejalan dengan keterlibatan pihak swasta berkontribusi di dalamnya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Tapi kepercayaan harus dipelihara. Karena di pasar modal juga banyak yang ragu. Kampanye Presiden harus dilakukan terus menerus," papar Luhut.

Luhut menambahkan perkembangan program pengampunan pajak masih terus berjalan sampai Maret 2017. Pemerintah pun berharap akan mendapat penerimaan lebih bagus.‎

"Paling penting adalah tax ratio. Kita berharap nanti dengan program pengampunan pajak bisa meningkat 14-15 persen dalam 2-3 tahun ke depan," jelas Luhut.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas