Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Indonesia Usulkan Kerjasama Vokasional di IA-CEPA

“Indonesia memprakarsai kerja sama vokasional ini dengan cakupan area di bidang pendidikan, industri, pertanian, kehutanan, kesehatan, pariwisata"

Indonesia Usulkan Kerjasama Vokasional di IA-CEPA
HO
Pelatihan keahlian bengkel motor Honda seperti dilakukan di SMK PGRI Subang, Jawa Barat, ini adalah contoh pendidikan vokasional yang terus digalakkan di Indonesia. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Indonesia mengusulkan kerja sama terkait bidang vokasional dalam perundingan ke-5 Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).

Menurut Ketua Tim Perunding Indonesia Deddy Saleh, kerja sama bidang vokasional ini merupakan prakarsa Indonesia.

Tujuannya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, khususnya tenaga vokasi, melalui kerja sama vocational education and training and vocational workers.

“Indonesia memprakarsai kerja sama vokasional ini dengan cakupan area di bidang pendidikan, industri, pertanian, kehutanan, kesehatan, pariwisata, dan tenaga kerja,” ujar Deddy, Jakarta, Selasa (8/11/2016).

Dedy jelaskan gagasan baru Indonesia ini mendapat sambutan positif. Ketua Tim Perunding Australia Frances Lisson menyatakan bahwa Australia akan menindaklanjuti usulan Indonesia tersebut.

“Usulan kerja sama di bidang vokasional ini akan segera ditindaklanjuti Pemerintah Australia. Kami akan membahas secara internal dengan seluruh stakeholders terkait di Australia, khususnya di bidang vokasional. Selanjutnya, ini akan dibahas kembali oleh kedua negara pada perundingan
berikutnya,” jelas Frances.

Pada perundingan ke-5 ini, kedua negara menyatakan sangat optimis dapat menghasilkan kemajuan signifikan. Kedua negara juga telah membahas akses pasar di bidang perdagangan barang dan jasa serta pembahasan lebih mendalam seluruh draf teks IA-CEPA.

“Kedua negara tetap optimis bahwa Perundingan IA-CEPA dapat diselesaikan dalam jangka waktu setahun lagi, yakni pada 2017. Rasa optimis ini juga diungkapkan juga Menteri Perdagangan RI dan Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia pada 5 Agustus 2016 melalui pembicaraan per telepon,” ujar Deddy.
(*)

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas