Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Dirut BEI: Efek Pemenang Pilpres AS hanya Sementara

Pada pembukaan perdagangan hari ini, IHSG Dibuka menguat ke level 5.478,03 dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya 5.470,68.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Dirut BEI: Efek Pemenang Pilpres AS hanya Sementara
Tribunnews.com/Seno
Direktur Utama BEI Tito Sulistio 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -‎ ‎Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tiba-tiba bergerak ke zona merah setelah adanya pemberitaan Donald Trump sementara mengungguli Hillary Clinton dalam Pemilihan Umum Presiden Amerika Serikat (AS).

Pada pembukaan perdagangan hari ini, IHSG Dibuka menguat ke level 5.478,03 dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya 5.470,68.

Seiring berjalannya waktu perdagangan, IHSG kian merosot‎ ke level 5.413,75 atau turun 56,93 poin (1,04 persen).

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio mengatakan, sebenarnya Wall Street lebih condong ke Partai Republik, namun ada keraguan dari sejumlah pelaku ekonomi negeri Paman Sam bahwa Trump tidak dapat menjalankan tata kelola ekonomi dengan baik.

‎"Secara psikologi langsung (pasar merespon), baru mau menang aja (Trump) sudah begitu (IHSG merah)," tutur Tito di gedung BEI, Jakarta, Rabu (9/11/2016).

Menurut Tito, efek dari pengumuman pemilihan presiden AS bagi IHSG‎ hanya bersifat sementara, karena terpenting adalah penempatan-penempatan para menterinya ke depan terutama menteri keuangan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Katanya pasar agak gejolak kalau Trump menang, tapi kan kita belum tahu. Tapi menurut saya, pengaruh (ke IHSG) saat dia menunjuk pembantu-pembantunya, nanti pengaruhnya di situ," papar Tito.

‎Tadi pagi, ‎hasil sementara pemungutan suara pemilihan presiden AS Selasa (8/11/2016) masih dipimpin oleh Donald Trump.

Beberapa menit sebelumnya, rivalnya dari Partai Demokrat Hillary Clinton sempat memimpin tipis di atas Donald Trump.

Namun, posisi Hillary Clinton dan Donald Trump masih belum stabil dan masih saling bertukar posisi, lantaran hasil suara kerap berselisih tipis.

Seperti di Florida, yang hasil pemungutan suaranya masih dalam penghitungan, perolehan suara awal Hillary Clinton dan Donald Trump nyaris seri.

Florida termasuk negara bagian yang dianggap menjadi kunci kemenangan dalam pemilihan presiden.

Penghitungan suara di Texas juga hingga kini terus mengubah kedudukan Hillary Clinton dan Donald Trump, namun Donald Trump masih memimpin.

Perhitungan Lembaga Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden AS (US Electoral College) memperlihatkan sementara Donald Trump memimpin dengan 60 suara.

Sedangkan, Hillary Clinton sedikit tertinggal dengan 44 suara.

Untuk memenangkan pemilihan presiden AS, masing-masing calon presiden butuh setidaknya 270 suara.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas