Budi Karya Sumadi: Proyek LRT Akan Dibayar Lunas Setelah Proyek Selesai
"Akan ada satu proses divert payment dimana nanti pembayaran baru akan dilakukan pada saat proyek selesai," ujar Budi Karya Sumadi.
Penulis:
Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor:
Choirul Arifin
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah terus mempercepat pembangunan proyek Light Rail Transit (LRT) di Jabodetabek.
Proyek dengan nilai investasi Rp 34 triliun sudah mulai pembangunan tiang pancang dari Cibubur.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan skema pembayaran LRT Jabodetabek akan dilakukan diversifikasi.
Budi menjelaskan pelunasannya diberikan pemerintah jika proyek tersebut selesai lebih dahulu.
"Akan ada satu proses divert payment dimana nanti pembayaran baru akan dilakukan pada saat proyek selesai," ujar Budi Karya Sumadi di kantor Kemenko bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (11/11/2016).
Budi memaparkan operator PT Adhi Karya (persero) sudah menyetujui skema pembayaran dari pemerintah. Pasalnya pemerintah akan mengeluarkan anggaran melalui APBN.
"LRT kita akan lakukan menyelesaikan perjanjian, dan itu akan tetap menjadi APBN," ungkap Budi.
Sebagai tambahan panjang rel LRT tahap pertama bertambah 84 kilometer. Padahal sebelumnya hanya mencapai 40 km.
Baca tanpa iklan