Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Sriwijaya Air IPO dan Bangun Bengkel Pesawat Tahun Depan

Kegiatan besar kedua yang akan dilakukan Sriwijaya adalah mendirikan MRO bernama Sriwijaya Maintenance Facility

Sriwijaya Air IPO dan Bangun Bengkel Pesawat Tahun Depan
Angkasa/dok. boeing
foto artistik B737-900 ER Sriwijaya Air 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Presiden Direktur dan CEO Sriwijaya Air, Chandra Lie menyatakan maskapai yang a pimpin akan terus berkembang di tahun depan. Hal ini ditandai dengan akan dilakukannya tiga kegiatan besar di tahun 2017 nanti.

Yang pertama adalah melakukan penawaran saham ke publik (Initial Public Offering/ IPO). Menurut Direktur Komersial Sriwijaya Air, Toto Nursatyo, saat ini tengah dilakukan pengkajian tentang nilai perusahaan. Jika pengkajian ini bisa selesai dalam waktu dekat, maka IPO direncanakan bisa dilakukan pada bulan Maret 2017.

Toto belum bisa memberi gambaran, berapa dana publik yang rencananya akan dihimpun. Namun dia memberi gambaran bahwa dana tersebut nantinya akan digunakan untuk mengembangkan armada dan membuat bengkel perawatan pesawat (Maintenance Repair and Overhaul/ MRO).

Kegiatan besar kedua yang akan dilakukan Sriwijaya adalah mendirikan MRO bernama Sriwijaya Maintenance Facility (SMF). Dasar pendirian MRO tersebut sudah didapat.

Yaitu sertifikat Approved Maintenance Organization (AMO) No. 145D-953 yang diserahkan langsung oleh Dirjen Perhubungan Udara Suprasetyo kepada Direktur Sriwijaya Maintenance Facility (SMF), Richard Budihadianto pada hari ini. Sertifikat AMO adalah sertifikat untuk pengoperasian perusahaan Maintenance, Repair and Overhaul (MRO).

Menurut Richard, saat ini berbagai persiapan telah dilakukan. Di antaranya dengan mengkaji beberapa tempat untuk pendirian hanggar dan mendidik sumber daya manusianya.

Beberapa tempat yang dibidik adalah di Kompleks Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Bintan, Bandara Kertajati serta beberapa tempat di Indonesia Timur. Investasi untuk mendirikan MRO ini diperkirakan sebesar 150-200 juta dolar AS. Dan diharapkan dalam tiga tahun ke depan, SMF sudah bisa beroperasi penuh.

Kegiatan besar ketiga adalah rencana pembukaan rute ke Jedah, Arab Saudi. Pembukaan rute ini untuk menjajal kemampuan Sriwijaya Air menjalani rute jauh ke luar negeri. Selain itu, juga untuk melayani jamaah umroh dari tanah air yang jumlahnya dari tahun ke tahun semakin meningkat. (Gatot R)

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Angkasa
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas