Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Jalur KRL Peru Diperluas ke Kawasan Hunian Bersubsidi

"Pengembang merasa berat bangun rumah di bawah Rp 200 juta, pemerintah bilang dapat subsidi tapi pengembangnya kesulitan cari tanah"

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Jalur KRL Peru Diperluas ke Kawasan Hunian Bersubsidi
KOMPAS IMAGES
Stasiun Parungpanjang, Kabupaten Bogor. Di sekitar stasiun ini kini banyak berdiri kompleks hunian baru yang belakangan harganya terus terkerek naik. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Pemerintah diminta memperluas jalur Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek, khususnya ke wilayah yang terhadap rumah-rumah murah atau bersubsidi.

CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda ‎mengatakan, dalam membangun rumah murah di bawah Rp 200 juta, para pengembang saat ini mengalami kesulitan dalam mencari tanah yang mudah dan tidak jauh dari Jakarta.

"Pengembang itu merasa keberatan membangun rumah di bawah Rp 200 juta, pemerintah bilang dapat subsidi tapi pengembangnya kesulitan cari tanah," tutur‎ Ali di Jakarta, Kamis (8/12/2016).

Dengan sulitnya mendapatkan tanah murah dan tidak jauh dari Jakarta, kata Ali, banyak para pengembang memilih membeli tanah yang jauh dari Ibu Kota.

"Jadi kepada konsumen harus berhati-hati membeli, jangan liat murah langsung di beli, nanti kalau ke stasiun memakan waktu 2 jam, itu kan repot. Jadi ‎pemerintah perlu mengkoneksikan infrastruktur transportasi, seperti kereta api," tutur Ali.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas