Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Tren Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini Diprediksi Melambat

Tren pertumbuhan ekonomi pada tahun ini diprediksi melambat seiring akan naiknya inflasi dari komponen harga ditentukan pemerintah

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Tren Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini Diprediksi Melambat
Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono‎

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tren pertumbuhan ekonomi pada tahun ini diprediksi melambat seiring akan naiknya inflasi dari komponen harga ditentukan pemerintah (administered prices), yang memicu tekanan konsumsi masyarakat.

‎"Komponen administered prices akan tekan konsumsi, sehingga pertumbuhan ekonomi kuartal I 2017 diprediksi 4,9 persen," ujar Direktur Eksekutif Indef, Enny Sri Hartati di acara Jakarta Economic Media Forum, RUU Perbankan dan Penguatan Industri Perbankan Nasional, Jakarta, Senin (6/2/2017).

Administered prices seperti kenaikan harga tarif dasar listrik, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang diprediksi naik, setelah BBM non subsidi telah dinaikkan oleh pemerintah.

Menurut Enny, aanya kebijakan menaikkan harga secara serempak pada awal tahun ini satu diantaranya tarif SIM, STNK, dan BPKB turut menekan laju konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi.

"Kenaikan harga untuk administered prices ini seharusnya tidak dilakukan serentak. Ini merembet ke barang-barang lainnya untuk naik," paparnya.

Enny mengimbau kepada pemerintah jika ingin mengeluarkan kebijakan terkait harga, terlebih dahulu mengendalikan harga pangan secara nasional agar konsumsi rumah tangga tidak semakin tertekan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Tanpa adanya pengendalian pangan, adanya kenaikan administered price dipastikan akan menekan konsumsi rumah tangga," ucapnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas