Dirut Pelindo II Nilai Penarikan Global Bond Tidak Masuk Akal
Sebagaimana terungkap dalam prospektus global bond Pelindo II, Elvyn menilai beberapa proyek yang akan digarap dengan global bond
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Elvyn G Masassya menilai secara implisit penarikan obligasi luar negeri atau global bond Pelindo II tidak tepat.
Hal ini diungkapkan Elvyn saat rapat Panitia Khusus (Pansus) Angket DPR RI terkait Pelindo II.
"Memang saya akui, sayang sekali jika harus bayar Rp 1 triliun per tahun untuk bayar bunga global bond," kata Elvyn di komplek DPR/MPR RI, Jakarta (23/2/2017).
Sebagaimana terungkap dalam prospektus global bond Pelindo II, Elvyn menilai beberapa proyek yang akan digarap dengan global bond senilai Rp 21 triliun masih dalam kajian. Elvyn bahkan enggan menjawab kenapa penarikan dana global bond begitu besar namun proyek masih belum siap.
"Maaf tanpa bermaksud apa-apa, jika ditanyakan kenapa harus ada penarikan global bond, kami tidak tahu," ungkapnya.
Lebih jauh Elvyn menilai, pihaknya hanya bisa meminimalisir resiko global bond tersebut dengan beberapa langkah mitigasi yang sudah dikaji tim hukum perusahaan.
“Beban bunga ini sangat besar. Kami melakukan mitigasi risiko dengan beberapa langkah meliputi menukarkan bond dengan rupiah untuk meringankan bunga dan membeli beberapa instrumen finansial serta melakukan buy back," kata Elvyn.
Ketua Pansus Pelindo II Rieke Diah Pitaloka juga meminta dokumen-dokumen terkait global bond namun Elvyn Pelindo II mengaku hanya mendapatkan prospektus. "Karena Anda tidak mengetahui banyak soal global bond ini dan hanya bermodalkan prospektus, maka Pansus akan mendalami dengan Direksi lama Pelindo II sekaligus mencari dokumen historis global bond" ungkap Rieke.