Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Pemerintah Perlu Siapkan Argumen Hadapi Freeport di Arbitrase Internasional

"‎Venezuela pernah menasionalisasi lapangan migas milik ExxonMobil dan digugat ke badan arbitrase internasional oleh Exxon."

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Pemerintah Perlu Siapkan Argumen Hadapi Freeport di Arbitrase Internasional
NET
Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono‎

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Indonesia harus menyiapkan argumen secara matang ketika perundingan dengan PT Freeport Indonesia tidak menemukan kesepakatan, yang akhirnya berujung ke badan arbitrase internasional.

‎Pengamat energi Marwan Batubara mengatakan, seandainya tidak menemukan jalan tengah dalam perundingan antara pemerintah dan Freeport terkait perubahan status kontrak karya (KK) menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK), maka pemerintah harus menyiapkan segala hal untuk memenangkan proses arbitrase internasional.

"Pemerintah harus siap dan yakin menang‎," kata Marwan di Jakarta, Kamis (9/3/2017).

Menurut Marwan, perselisihan negara dengan investor asing terkait sumber ‎daya alam, pernah terjadi di Venezuela pada 2007 dengan ExxonMobil yang berakhir di badan arbitrase internasional.

"‎Venezuela pernah menasionalisasi lapangan migas milik ExxonMobil dan digugat ke badan arbitrase internasional oleh Exxon, tapi dengan argumen yang kuat dari pemerintah sana maka akhirnya Venezuela menang," tutur Marwan.

Melihat contoh tersebut, Marwan menyakini pemerintah Indonesia dapat menang terhadap Freeport, jika tetap berpegang kepada undang-undang yang berlaku dan tidak ada penghianat.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kita itu tidak extrem sampai menasionalisasi Freeport, kita hanya mengubah kontrak karya, yakinlah menang," ujar Marwan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas