BI Gandeng KSEI untuk Optimalkan Pengembangan Pasar Obligasi Negara
Bank Indonesia (BI) bekerjasama dengan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dalam hal pengoptimalan pengembangan pasar obligasi negara
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Sanusi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) bekerjasama dengan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dalam hal pengoptimalan pengembangan pasar obligasi negara.
Deputi Gubernur BI, Sugeng mengatakan, kerjasama dapat mendukung rencana pemerintah untuk membuka alternatif perdagangan obligasi negara dalam meningkatkan aktivitas, diversifikasi investor, dan transparansi perdagangan di pasar sekunder.
"Penujukan (KSEI) juga sebagai dukungan rencana implementasi electronic trading platform (ETP) untuk transaksi SBN (surat berharga negara) di luar bursa," tutur Sugeng, Jakarta, Senin (20/3/2017).
Menurut Sugeng, penyelenggaraan kliring transaksi obligasi negara ritel di luar bursa perlu dilakukan secara seksama, agar mekanisme pembentukan harga yang lebih transparan, serta meningkatkan likuiditas di pasar.
Tercatat, hingga pertengahan Maret 2017, total kepemilikan SBN senilai Rp 1.895,68 triliun, sedangkan total SBN yang ditransaksikan di pasar sekunder selama 2016 senilai Rp 7.527 triliun atau mencapai 400 persen dari outstanding.
"Sehingga perluasan kerjasama penyelenggaraan klring obligasi negara semakin penting," ucap Sugeng.