Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Aksi SP JICT Dinilai Rugikan Upaya Presiden Jokowi Tingkatkan Investasi

Dalam pertemuan dengan pebisnis Hongkong di Hongkong, Senin (1/1), Jokowi mengajak para pengusaha Hongkong untuk berinvestasi di Indonesia

Aksi SP JICT Dinilai Rugikan Upaya Presiden Jokowi Tingkatkan Investasi
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ilustrasi: Pekerja PT Jakarta International Container Terminal (JICT) berunjukrasa di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Kamis (10/3/2016) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Aksi Demonstrasi dan ancaman mogok kerja yang diserukan oleh Serikat Pekerja (SP) JICT dinilai telah membuat iklim investasi di Indonesia semakin buruk. Apalagi tindakan SP tersebut dilakukan untuk memaksa manajemen JICT menaikkan gaji dan bonus yang angkanya mencapai ratusan miliar rupiah.

“Di saat Presiden Jokowi sedang berusaha keras menarik investasi asing ke Indonesia, SP JICT justru terus menghancurkan iklim investasi kita. Sikap SP JICT yang menggunakan isu nasionalisme untuk kepentingan pribadi ini tidak bisa ditoleransi lagi. Pemerintah mesti bertindak tegas jika investasi di pelabuhan tidak ingin semakin rusak,” tandas Direktur Namarin Institute Siswanto Rusdi kepada wartawan, Selasa (2/5/2017).

Dalam pertemuan dengan pebisnis Hongkong di Hongkong, Senin (1/1), Jokowi mengajak para pengusaha Hongkong untuk berinvestasi di Indonesia.

Bahkan dalam pertemuannya dengan Li Kha Shing, salah satu pengusaha terkaya di Asia, Jokowi juga mengajak pemilik CH Hutchison Holdings itu untuk meningkatkan investasinya di Indonesia. Saat ini, nilai investasi CK Hutchson Holdings di Indonesia mencapai US$ 10 miliar atau lebih dari Rp 130 triliun.

“Terdapat komitmen (dari Li Kha Shing), untuk meningkatkan investasi di Indonesia,” jelas menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang mendampingi Presiden dalam pertemuan itu melalui keterangan tertulis (1/5).

Siswanto menambahkan, tindakan SP JICT yang terus menerus melakukan aksi demo selama 2 tahun terakhir sangat merugikan perekonomian Indonesia. Apalagi, tujuan dari berbagai aksi tersebut hanya untuk menaikkan kesejahteraan para karyawan JICT yang saat ini sudah sangat tinggi.

Gaji terendah di JICT sudah mencapai Rp 50 juta sebulan, sekelas manajer Rp 80 juta dan senior manajer lebih dari Rp 100 juta.

Menurut Siswanto, selama ini SP JICT menggunakan isu perpanjangan kontrak JICT antara Pelindo II dan Hutchison Port Holding (HPH) untuk menekan direksi agar mengikuti keinginan SP.

Contohnya, demo yang terjadi pada Selasa (2/5) ini dan ancaman mogok kerja dari Senin (15/2)- Sabtu (20/5).

“Semua aksi ini dilakukan agar kemauan SP dipenuhi direksi. Ini sangat berbahaya. Jika dibiarkan akan menciptakan situasi yang menakutkan bagi investor manapun,” ujar Siswanto.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas