Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Bunga Utang yang Harus Dibayar Pemerintah Tahun Ini Rp 218 Triliun

Dengan defisit anggaran 2,92% dari PDB, bunga utang yang dibayar pemerintah tahun ini mencapai Rp 219,2 triliun.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Bunga Utang yang Harus Dibayar Pemerintah Tahun Ini Rp 218 Triliun
KOMPAS IMAGES
Ketua Badan Anggaran DPR Azis Syamsuddin 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Selain membayar cicilan utang, pemerintah juga harus membayar bunga utang setiap tahun. Tahun ini, kewajiban pembayaran bunga utang pemerintah mencapai Rp 218,6 triliun.

Ketua Badan Anggaran DPR Azis Syamsuddin mengatakan, cicilan utang tersebut dengan memperhitungkan prognosa defisit anggaran dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2017 sebesar 2,67% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Jumlah itu, lanjut Azis, juga lebih rendah dari pembayaran bunga utang yang harus dibayar pemerintah tahun ini dengan memperhitungkan defisit anggaran mencapai 2,92% dari PDB.

Dengan defisit anggaran 2,92% dari PDB, bunga utang yang dibayar pemerintah tahun ini mencapai Rp 219,2 triliun.

"Sehubungan dengan perkiraan defisit anggaran lebih rendah dari pagunya dalam RAPBN-P 2017, maka kebutuhan pembiayaan melalui utang juga mengalami penurunan. Akibatnya, realisasi pembayaran bunga utang tahun 2017 diperkirakan sebesar Rp 218,6 triliun," kata Azis, Selasa (25/7/2017).

Jumlah tersebut setara dengan 98,8% terhadap pagunya dalam APBN 2017 atau 99,7% terhadap pagu yang diusulkan dalam RAPBN-P 2017.

Baca: Ditinggal Gerindra, Fadli Zon: Pansus Angket Sudah Tak Efektif Lagi

Rekomendasi Untuk Anda

Catatan Kementerian Keuangan (Kemkeu), selama semester pertama 2017, pemerintah telah membayar bunga utang mencapai Rp 106,9 triliun. Dengan prognosa defisit anggaran tahun ini 2,67% dari PDB, di semester kedua 2017 pemerintah akan membayar bunga utang mencapai Rp 111,7 triliun.

Besaran bunga utang yang dibayar itu dipengaruhi oleh dinamika perkembangan kondisi pasar keuangan yang ditunjukkan dengan indikator-indikator ekonomi makro, seperti tingkat bunga SPN tiga bulan dan kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat.

Reporter: Adinda Ade Mustami 

Sumber: Kontan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas