Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Sekjen Asosiasi Serikat Pekerja Sebut Ada PHK Massal di 2 Perusahaan Seluler

"Betul di Indosat dan di XL Axiata sedang ada ancaman PHK massal dengan jenis pekerjaan yang jadi target PHK adalah bagian IT & Network"

Sekjen Asosiasi Serikat Pekerja Sebut Ada PHK Massal di 2 Perusahaan Seluler
Harian Warta Kota/henry lopulalan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Isu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal berhembus kencang di lingkungan penyedia layanan telekomunikasi, seperti di Indosat dan XL. Salah satu alasannya adalah banyaknya Tenaga Kerja Asing (TKA) yang membanjiri lingkungan pekerjaan di dalamnya.

Sabda Pranawa Jati, Sekjen Asosiasi Serikat Pekerja mengaku, saat ini sebanyak 40 orang pekerja akan di-PHK untuk saat ini dan kurang lebih 300 pegawai lainnya sedang dalam proses selanjutnya.

"Betul di Indosat dan di XL Axiata sedang ada ancaman PHK massal dengan jenis pekerjaan yang jadi target PHK adalah bagian IT & Network," terangnya kepada Kontan.co.id, Minggu (1/10).

Sabda menambahkan, keberadaan TKA di dalam lingkungan pekerjaan saat ini semakin banyak dan di beberapa fungsi sudah masuk hingga level manager.

Untuk sektor telekomunikasi, di Indosat Ooredoo dan XL Axiata, Sabda mengaku banyak didominasi oleh TKA asal India.

"Kecenderungan TKA yang bekerja di Indonesia untuk membawa dan merekomendasi teman sebangsanya," tambahnya.

Baca: Masih Ada Celah Hukum Seret Lagi Setya Novanto Jadi Tersangka

Baca: Prabowo Bantah Instruksikan Kader Gerindra Mobilisasi Isu PKI

Selain itu, sebagai pegawai lokal, pihaknya merasa bahwa profesionalisme yang ditunjukkan tidak seperti yang digembar-gemborkan, seperti lack of culture dan kebijakan lokal yang menimbulkan gesekan dan inefisiensi operasional yang berdampak pada bisnis.

Salah satunya ada pada sektor upah yang dinilai Sabda bahwa TKA dengan jabatan dan job load yang sama mendapatkan upah yang lebih tinggi dibandingkan dengan tenaga kerja lokal.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas