Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Tahun Politik, Inflasi 2018 Diproyeksi di Kisaran 2,5-3,5 Persen

pemerintah dinilai akan menjaga faktor pendorong kenaikan inflasi dengan tidak menaikkan harga barang atau jasa yang diatur pemerintah

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Tahun Politik, Inflasi 2018 Diproyeksi di Kisaran 2,5-3,5 Persen
BERITA TRANS
Aktivitas bongkar-muat kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Memasuki tahun politik pada 2018, pemerintah dinilai akan menjaga faktor pendorong kenaikan inflasi dengan tidak menaikkan harga barang atau jasa yang diatur pemerintah (administered price).

Kepala Ekonom Danareksa Research Institute, Damhuri Nasution menjelaskan, prospek inflasi sangat tergantung pada kebijakan pemerintah di bidang energi, sehingga tahun depan diputuskan tidak ada kenaikan administered price setelah kenaikan tarif tenaga listrik 900 VA.

Atas kondisi tersebut, kata Damhuri, pada 2018 tekanan inflasi diproyeksikan akan tetap terjaga di kisaran 2,5 persen sampai 3,5 persen karena faktor eksternal yang masih kondusif dan dari domestik pemerintah akan berupaya menjaga inflasi karena jelang Pemilu.

Baca: Empat Perusahaan Multinasional Tertarik Melantai di BEI

"Tahun depan itu sudah tahun politik, saya kira tidak ada menaikkan harga, bisa repot urusannya," ujar Damhuri di Jakarta, Kamis (5/10/2017).

‎Sementara untuk inflasi tahun ini, Damhuri memproyeksikan akan berada di level 3,5 persen sampai 4 persen dengan pertimbangan harga beberapa kebutuhan yang tinggi pada awal tahun berpotensi menurun.

"Sehingga inflasi makanan mereda, dan inflasi umum terjaga, terlebih bila impor beberapa kebutuhan pokok di buka di luar musim panen," tuturnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas