Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Kisah Menteri Jonan Beli Motor Listrik

“Tidak ada mesinnya, hanya ada baterai dan sistem transmisinya saja, jadi perawatannya juga sangat murah,”

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Kisah Menteri Jonan Beli Motor Listrik
TRIBUNNEWS.COM/APFIA
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan saat mengendarai motor listrik 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Adiatmaputra Fajar Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan terus mendorong program kendaraan listrik.
Sesuai arahan Presiden Joko Widodo bahwa Indonesia harus segera mengadopsi kehadiran kendaraan listrik.

Jonan memulai upaya transformasi ini dengan membeli satu buah motor listrik buatan Viar, yakni Viar Q1.

Cerita pembelian motor listrik ini terbilang cukup unik.

Baca: Radius Bahaya Gunung Agung Berkurang

Diawali saat Jonan bertemu dengan seorang stafnya ketika Jonan menjadi Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Sabtu (28/10/2017).

Staf tersebut datang dengan menggunakan motor listrik besutan Viar dan Jonan langsung tertarik untuk mencobanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun sayang, karena hujan, Jonan tidak dapat mencoba motor tersebut.

Baca: Status Gunung Agung Turun Menjadi Siaga

Masih penasaran, Jonan pun kemudian menghubungi staf tersebut untuk bertemu kembali pada Sabtu malam dan langsung mencobanya.

Tidak menunggu lama, Jonan langsung memutuskan untuk membeli satu unit motor Viar Q1 untuk diberikan kepada putrinya, Monica Jonan.

Keesokan harinya, minggu pagi, motor listrik yang mampu melaju dengan kecepatan hingga 60 km per jam dengan jarak tempuh sekitar 70 km, tiba di kediaman Menteri Jonan.

Baca: Penumpang KM Darma Kencana yang Terbakar di Perairan Karimun Jawa Dievakuasi ke Pelabuhan Kumai

Motor listrik tersebut dibeli dengan harga Rp. 16.700.000.

Sebagaimana diketahui, Kamis (19/10) lalu, Jonan juga telah menerima tim produsen motor “Gesits” di Kantor Kementerian ESDM.

Pada pertemuan tersebut, Jonan berkesempatan untuk mencoba motor listrik produksi Garansindo dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) itu.

Usai mengendarai “Gesits”, Jonan menuturkan bahwa emisi yang dikeluarkan motor tersebut sangat rendah.

Baca: Tak Bahas Soal Reklamasi Saat Bertemu Jokowi dan Jusuf Kalla, Sandiaga Uno Beberkan Isi Pertemuan

“Tidak ada mesinnya, hanya ada baterai dan sistem transmisinya saja, jadi perawatannya juga sangat murah,” tambahnya.

Jonan juga menyampaikan kepada produsen motor listrik agar nantinya menjual produknya ke masyarakat dengan harga yang kompetitif.

“Saya menyarankan jika sudah diproduksi massal nanti, kalau bisa harga jualnya itu dapat bersaing dengan motor yang menggunakan bahan bakar minyak,” sebutnya, Minggu (29/10/2017).

Baca: Anies Puji Imron Pegawai Kelurahan Penolak Uang Tip

Untuk mendorong pemanfaatan kendaraan listrik, akhir Agustus lalu Jonan telah menggandeng para pemangku kepentingan untuk memberikan sumbang saran terkait Rancangan Peraturan Presiden tentang Program Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik untuk Transportasi Jalan.

“Bapak Presiden juga minta kalau bisa cepat selesai dan didorong setidaknya selesaikan peraturannya dulu,” ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas