Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Pembangunan Bendungan Lolak di Kabupaten Bolaang Mongondow Dipercepat

Saya lihat kondisinya kondusif semoga kerjanya bisa lebih baik dan lebih cepat," kata Basuki Hadimuljono

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Pembangunan Bendungan Lolak di Kabupaten Bolaang Mongondow Dipercepat
TRIBUN MEDAN/Riski Cahyadi
Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Menteri PU Basuki Hadimuljono (kiri) meninjau Jalan Tol Trans Sumatera ruas gerbang tol Kualanamu saat diresmikan di Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (13/10/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bendungan Lolak yang terletak di Desa Pindol, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara merupakan salah satu proyek yang baru dimulai pemerintahan Presiden Joko Widodo di 2015. Progresnya sudah mencapai 46 persen.

"Mudah-mudahan bisa kita percepat penyelesaiannya dari rencana 2020 menjadi 2019. Saya lihat kondisinya kondusif semoga kerjanya bisa lebih baik dan lebih cepat," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Kamis (16/11/2017).

Meski pengerjaannya dilakukan percepatan namun mutu pekerjaan, kesehatan dan keselamatan kerja (K3) diminta tetap dipegang. Dalam hal ini Basuki tidak ingin ada kecelakaan selama masa pembangunan.

"Pengawasan atau supervisi proyek harus teliti dan saya tidak mentoleransi kesalahan," ungkap Basuki.

Kontrak pembangunan Bendungan Lolak dibagi menjadi dua yakni Proyek Bendungan Lolak senilai sebesar Rp 830 Miliar secara tahun jamak tahun 2015 – 2019 dengan kontraktor PT. Pembangunan Perumahan (Persero).

Baca: Setya Novanto Dijaga Belasan Pria Berbadan Tegap

Terjadinya perubahan desain konstruksi bendungan, maka dilakukan kontrak Proyek Bendungan Lolak Paket II senilai Rp. 821 Miliar dengan kontraktor PT Pembangunan Perumahan (Persero)- PT. Asfhri Putralora (Kerjasama Operasi/KSO) dengan kontrak tahun jamak 2017 – 2021.

Rekomendasi Untuk Anda

"Desainnya semula menggunakan peta gempa tahun 2004 yang kemudian diperbarui menggunakan peta gempa tahun 2010,” kata Menteri Basuki.

Sebagai perusahaan konsultan supervisi adalah PT Indra Karya (Persero)-PT Mettana Engineering Consulta-PT Barunadri Engineering Consultant (KSO).

Bendungan ini memiliki luas area genangan 97,46 hektar dengan kapasitas tampung mencapai 16,1 juta meter kubik. Saat beroperasi akan memasok air irigasi seluas 2.214 hektar, mendukung penyediaan air baku 500 liter/detik, pariwisata, konservasi air dan memiliki potensi tenaga listrik 2,43 megawatt.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas