Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Alasan Listrik di Papua Masih Byar Pet

PLN akan mengganti sistem jaringan lama tersebut dengan sistem baru dan juga pasokan listrik agar masyarakat lebih nyaman saat menggunakan listrik.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Alasan Listrik di Papua Masih Byar Pet
TRIBUNNEWS/APFIA
Pemandangan Desa Parauto di Nabire, Papua, yang baru dialiri listrik, Selasa (19/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, NABIRE - Aliran listrik yang mati-hidup atau byarpet masih kerap terjadi di wilayah Papua.

Presiden Joko Widodo saat melakukan kunjungan kerja ke Sorong, Papua, Selasa (19/12/2017) juga sempat mengalami listrik byarpet.

Direktur Bisnis PT PLN Wilayah Papua dan Papua Barat, Ahmad Rofiq menjelaskan kejadian tersebut dikarenakan jaringan yang digunakan untuk wilayah Papua masih menggunakan sistem lama.

"Pasokan di Papua cukup, hanya jaringan kita ini masih jaringan lama. Sudah nyambung semua tapi jaringan kita udah tua," ujar Rafiq saat ditemui di Nabire, Papua, Rabu (20/12/2017).

Akibat sistem jaringan lama tersebut aliran listrik mudah terganggu khususnya saat terjadi hujan lebat.

Baca: Andi Narogong Pesan Mie Rebus Usai Vonis

Rekomendasi Untuk Anda

"Jadi kalau ada hujan, pohon tumbang, layang-layang nyangkut itu bisa pengaruh," ungkap Rafiq.

Rafiq menuturkan, PLN akan mengganti sistem jaringan lama tersebut dengan sistem baru dan juga pasokan listrik agar masyarakat lebih nyaman saat menggunakan listrik.

Saat ini rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan termasuk nilai investasi untuk penggantian jaringan yang diperkirakan mencapai Rp 2 miliar untuk satu desa.

"Sekarang ke depan kita tidak bicara menyiapkan pasokan tapi kita bicara juga bagaimana meningkatkan jaringan buat distribusinya sampai ke titik konsumen. Nah itu investasi juga tuh," kata Rafiq.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas