Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Menteri Airlangga Sebut Kontribusi Manufaktur Indonesia Tertinggi di ASEAN

"Suatu negara dikatakan maju apabila industrinya tangguh," kata Airlangga Hartarto melalui keterangan yang diterima Tribunnews.com

Menteri Airlangga Sebut Kontribusi Manufaktur Indonesia Tertinggi di ASEAN
Istimewa
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto ketika meresmikan sebuah pabrik farmasi milik PT Ethica di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (23/11/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan, industri pengolahan nonmigas berperan penting dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Pasalnya, kontribusinya mampu memberikan efek positif yang berantai, seperti peningkatan terhadap nilai tambah bahan baku dalam negeri, penyerapan tenaga kerja lokal, dan penerimaan devisa dari ekspor.

Baca: Presiden Joko Widodo Undang Para Raja dan Sultan ke Istana

Selain itu, sektor manufaktur dalam negeri menjadi penyumbang terbesar dari pajak dan cukai.

"Suatu negara dikatakan maju apabila industrinya tangguh," kata Airlangga Hartarto melalui keterangan yang diterima Tribunnews.com di Jakarta, Kamis (4/1/2018).

Merujuk data United Nations Statistics Division pada tahun 2016, Indonesia menempati peringkat keempat dunia dari 15 negara yang industri manufakturnya memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Indonesia mampu menyumbangkan hingga mencapai 22 persen setelah Korea Selatan 29 persen, Tiongkok 27 persen, dan Jerman 23 persen.

Menurutnya, rata-rata kontribusi dari 15 negara yang disurvei adalah 17 persen.

Sementara Inggris berada di bawah rata-rata dengan kontribusi 10 persen, sedangkan Jepang dan Meksiko di bawah Indonesia dengan capaian kontribusinya 19 persen.

"Capaian 22 persen itu sangatlah besar, sehingga Indonesia masuk dalam jajaran elite dunia," kata Airlangga.

Sementara itu, berdasarkan laporan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), Indonesia menduduki peringkat ke-9 di dunia atau naik dari peringkat tahun sebelumnya di posisi ke-10 untuk kategori manufacturing value added.

Peringkat ke-9 ini sejajar dengan Brasil dan Inggris, bahkan lebih tinggi dari Rusia, Australia, dan negara ASEAN lainnya.

Menurut Airlangga, kontribusi manufaktur Indonesia mampu menembus 30 persen apabila dihitung mulai dari proses pra produksi, produksi dan pasca produksi.

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas