Tribun Bisnis

Gubernur BI Klaim Kurs Rupiah Masih Terjaga Sesuai Fundamentalnya

Secara year to date per 29 Maret 2018 lalu, mata uang garuda melemah 1,45 persen.

Penulis: Syahrizal Sidik
Editor: Choirul Arifin
Gubernur BI Klaim Kurs Rupiah Masih Terjaga Sesuai Fundamentalnya
TRIBUNNEWS/SYAHRIZAL SIDIK
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Syahrizal Sidik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTAGubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menyatakan nilai tukar rupiah tetap terjaga sesuai dengan nilai fundamentalnya.

Diakuinya, secara year to date per 29 Maret 2018 lalu, mata uang garuda melemah 1,45 persen.

Namun demikian, Agus menjelaskan, kondisi tersebut masih jauh lebih baik jika dibandingkan negara lain seperti India, Turki dan Filipina.

Dalam catatan Bloomberg, mata uang garuda hari ini berada di level Rp 13.757 per dolar AS. Angka tersebut memang masih menunjukkan level psikologis yang berada di atas asumsi APBN yakni Rp 13.400 per dolar AS.

“Kita sama-sama ikuti nilai tukar rupiah terhadap dolar AS per 29 Maret year to date terdepresiasi sebesar 1,45 persen masih lebih kecil bila dibandingkan Filipina, India, dan Turki,” ungkap Agus seusai Rapat Paripurna pengesahan Perry Warjiyo sebagai calon Gubernur BI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/4/2018).

Agus menerangkan, kondisi pasar saat ini sudah jauh lebih stabil dan sesuai perkiraan BI setelah bank sentral AS menaikkan suku bunga keenam kalinya sejak 2015 di awal Maret lalu.

Kata Agus, perekonomian global saat ini masih dibayangi oleh kekhawatiran perang dagang AS dan China. 

Namun menurut dia hal itu tidak akan terlalu berdampak besar pada perekonomian global karena para pejabat AS dan Tiongkok optimistis akan ada solusi terkait masalah tersebut.

Baca: Kemenhub Temukan Indikasi Banyak Barang Mengendap Lama di Gudang Pelabuhan

“Pasar sudah jauh kebih stabil sesuai dengan perkiraan kita. Kita juga menyambut baik bahwa kemarin ada kekhawtiran tentang adanya trade war AS dengan China, kita melihat arah kesepahaman itu ada,” jelas Gubernur BI yang akan mengkakhiri masa jabatannya pada 23 Mei 2018 ini.

Lebih lanjut Agus menegaskan, selama ini bank sentral sudah berperan sesuai mandatnya untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.
Dalam tiga tahun terakhir, nilai tukar rupiah menurut dia selalu dalam kondisi yang sesuai dengan fundamental ekonomi.

“Pada 2016 nilai tukar rupiah terapresiasi 2,3 persen dan pada 2017 hanya terdepresiasi 0,71 persen,” kata Agus.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas