Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Pengoperasian Bandara Kertajati Semakin Dekat, Ini yang Dilakukan Kemenhub

Budi Karya Sumadi menuturkan koordinasi tersebut terkait dengan rencana menjadikan Bandara Kertajati sebagai bandara internasional.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Pengoperasian Bandara Kertajati Semakin Dekat, Ini yang Dilakukan Kemenhub
ist
Menggunakan pesawat kalibrasi PK CAP Beechcratf King Air B350-i, AirNav Indonesia menguji enam prosedur instrumen peralatan navigasi di bandara Kertajati mulai Kamis (29/3/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jelang pengoperasian Bandara Kertajati di Jawa Barat, pada Juli 2018 mendatang, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mulai berkoordinasi dengan imigrasi hingga Bea Cukai.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuturkan koordinasi tersebut terkait dengan rencana menjadikan Bandara Kertajati sebagai bandara internasional.

"Kertajati tinggal kita selesaikan beberapa hal. Kita harus berkoordinasi dengan imigrasi, Bea Cukai. Karena begitu buka kita harapkan Kertajati jadi bandara internasional," kata Budi Karya Sumadi saat ditemui di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat, Selasa (3/4/2017).

Baca: Syahrini Mengaku Lega Usai Bersaksi di Persidangan First Travel

Tidak hanya dengan Beacukai dan Imigrasi, Kementerian Perhubungan juga mulai melakukan koordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk pemberangkatan haji.

Rencananya Bandara Kertajati ini akan menjadi Bandara embarkasi haji untuk wilayah Jawa Barat.

"Kita akan lakukan haji tahun ini. Oleh karenanya hari ini saya akan ada rapat dengan beberapa stakeholder dengan untuk membahas semuanya," papar Budi Karya Sumadi.

Rekomendasi Untuk Anda

Bandara Kertajati nantinya akan dioperatori oleh PT Angkasa Pura II (Persero) dan memiliki runway 3.000 m x 60 m.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menuturkan pembangunan Bandara Kertajati hanya tinggal tahapan akhir saja atau finishing.

"Kan sudah 92 persen lebih, berarti 7 persen lebih lagi sisanya tinggal urusan finishing yang detail-detail seperti itu yang diselesaikan. Dalam hitungan waktu bisa selesaikan," ujar Ahmad Heryawan ditemui di Kantor Kemenko Maritim, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2018)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas