China Balas Kebijakan Impor Amerika Serikat
"Pada saat yang sama, kami sedang mempersiapkan untuk mengambil langkah-langkah kekuatan yang sama dan cakupan yang sama terhadap barang-barang AS"
Penulis:
Gilang Syawal Ajiputra
Editor:
Choirul Arifin
Laporan wartawan Tribunnews.com, Gilang Syawal Ajiputra
TRIBUNNEWS.COM, BEIJING - Kebijakan Amerika Serikat (AS) untuk menaikkan tarif impor barang-barang dari Republik Rakyat China sampai menyentuh angka US$ 50 miliar, membuat Negeri Tirai Bambu itu berniat "membalas" kebijakan AS.
Berdasarkan berita yang dilansir oleh TIME pada Rabu (4/4/2018), Kementerian Perdagangan RRT, akan mengajukan masalah perdagangan dengan AS ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
"Pada saat yang sama, kami sedang mempersiapkan untuk mengambil langkah-langkah kekuatan yang sama dan cakupan yang sama terhadap barang-barang AS," kata Kementerian Perdagangan China seperti yang dikutip oleh TIME.
Dalam pernyataannya itu, China tidak merinci barang AS apa saja yang akan menjadi "target", namun ada spekulasi yang beredar, China akan menargetkan Pesawat Boeing dan kedelai.
Baca: Golkar Teken MoU Dengan BNN Untuk Tingkatkan Integritas Kader Partai
Keputusan China untuk melakukan kebijakan balasan atas masalah perdagangan ini, membuat Kantor Perwakilan Perdagangan AS memberi tanggapan,bahwa China memaksa perusahaan-perusahaan AS untuk mentransfer teknologi dan intelektual AS kepada China.
"(Tiongkok) memaksa perusahaan Amerika untuk mentransfer teknologi dan kekayaan intelektual mereka ke perusahaan China domestik." kata Kantor Perwakilan Perdagangan AS, dikutip oleh TIME.
Perselisihan perdagangan antara AS dengan China dikhawatirkan akan menghambat pemulihan ekonomi global, jika pemerintah negara lain yang berada dibawah pengaruh AS dan China diminta untuk saling menaikkan tarif hambatan impor di negara masing-masing.
Baca tanpa iklan