Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Konflik Suriah Memanas Diyakini Tidak Berefek pada Laju IHSG tahun 2018, Ini Alasannya

Indeks masih memiliki peluang menguat hingga akhir 2018 yang akan datang.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Konflik Suriah Memanas Diyakini Tidak Berefek pada Laju IHSG tahun 2018, Ini Alasannya
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Suasana aktivitas di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta Selatan, Senin (3/3/2014). Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan hari ini, melemah 36,01 poin atau 0,78 persen ke level 4.584,2. Sepanjang hari ini, indeks bergerak pada kisaran 4.567,76 hingga 4.589,93. Dari 489 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 91 saham menguat, 195 saham melemah, dan 203 saham stagnan. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gejolak yang terjadi di wilayah Timur Tengah dengan serangan Amerika Serikat ke Suriah menjadi perhatian dunia dalam beberapa waktu belakangan ini.

Pasar modal dikhawatirkan ikut terdampak dengan adanya konflik ini.

Pengamat Pasar Modal, Teguh Hidayat mengungkapkan bahwa apa yang terjadi di Suriah merupakan hal yang sudah terjadi sejak lama sehingga hal tersebut tak perlu dipusingkan oleh pelaku pasar.

"Sejak 2011 sampai sekarang, tak ada pengaruh signifikan terhadap pasar modal, baik secara global," kata Teguh kepada KONTAN, Minggu (15/4).

Apalagi, Indonesia baru saja mendapatkan peringkat yang bagus dari Moody's yang menjadi sentimen positif bagi Indonesia.

"Saya kira, hal ini akan menjadi sentimen positif jangka panjang, peningkatan peringkat merupakan kelanjutan dari kinerja beberapa tahun sebelumnya," kata Teguh.

Dengan anggapan bahwa Indonesia merupakan negara yang layak investasi, Indonesia kemungkinan akan dilirik oleh pasar global.

Rekomendasi Untuk Anda

Baca: Rian PSI Beberkan Data Indeks Korupsi dan Kebebasan Berekspresi di Indonesia Lebih Baik dari Rusia

Dia juga mengatakan potensi kenaikan Moody's diikuti oleh lembaga pemeringkat yang lain seperti Fitch dan S&P juga terbuka lebar.

Namun, terkait dengan kenaikan peringkat beberapa emiten, Teguh menyebut bahwa hal tersebut hanya akan menjadi sentimen internal perusahaan.

Dia memprediksi bahwa Indeks masih memiliki peluang menguat hingga akhir 2018 yang akan datang.

Bahkan, prediksi dia, IHSG bisa berada di level 6.500 hingga 7.000 hingga akhir tahun.

Sekadar mengingatkan, IHSG akhir pekan lalu, Jumat (13/4) ditutup dengan pelemahan 40,47 poin atau 0,64% menjadi 6.270,33. 

Selama sepekan terakhir, IHSG naik 1,54% atau bertambah 95,27 poin. Ini merupakan kenaikan pekan pertama dalam enam minggu terakhir, atau sejak 2 Maret lalu.

William Surya Wijaya, Vice President Research Department PT Indosurya Bersinar Sekuritas juga mengatakan bahwa sentimen perang yang terjadi di Timur Tengah tersebut hanya bersifat sementara saja hal ini karena banyak pihak menginginkan perdamaian.

Terkait dengan kenaikan peringkat Indonesia oleh Moody's akan menjadi hal yang bagus bagi Indonesia. Ia memprediksi bahwa Indeks akan berada di level 7.024 hingga akhir tahun yang akan datang dengan banyaknya sentimen pendukung indeks.

"Ada Asian Games, lebaran dan Pilkada serta Pilpres yang akan mendukung indeks," kata William kepada KONTAN, Minggu (15/4).

Sumber: Kontan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas