BPS: Inflasi April 0,10 Persen
BPS mencatat, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran.
Penulis:
Syahrizal Sidik
Editor:
Fajar Anjungroso
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Syahrizal Sidik
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Badan Pusat Statistik menyatakan tingkat inflasi April 2018 sebesar 0,10 persen.
Sementara itu, tingkat inflasi secara tahun kalender 0,91 persen dan tingkat inflasi secara tahunan sebesar 3,41 persen.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik Yunita Rusanti mengatakan, tingkat inflasi pada April 2018 lebih rendah jika dibandingkan inflasi Maret 2018 sebesar 0,20 persen. Namun lebih tinggi dibandingkan inflasi April 2017 yakni sebesar 0,09 persen.
“Secara umum perkembangan harga konsumen April 2018 cukup rendah karena masih dipengaruhi panen raya,” ungkap Yunita di kantor BPS, Jakarta, Rabu (2/5/2018).
BPS mencatat, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran.
Baca: Konvensi dan Pameran Indonesian Petroleum Association ke-42 Tahun Resmi Dibuka
Kelompok makanan jadi menyumbang andil inflasi sebesar 0,05 persen. Kelompok perumahan menyumbang andil inflasi sebesar 0,04 persen, sandang 0,02 persen.
Kelompok kesehatan memberikan andil inflasi 0,01 persen, menyumbang andil 0,03 persen. Kelompok pendidikan tidak memberikan andil terhadap inflasi nasional atau 0,0 persen.
Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi adalah adalah kelompok bahan makanan, yakni -0,05 persen.
Dari 82 kota yang dipantau BPS, sebanyak 54 kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Merauke mencapai 1,32 persen dan inflasi terendah ada di Padang dan Kudus sebesar 0,01 persen,
Sisanya, sebanyak 28 kota mengalami deflasi, deflasi tertinggi ada di Kota Tual sebesar 2,26 persen dan deflasi terendah di Kota Medan, BandarLampung dan Tegal sebesar 0,01 persen.
Baca tanpa iklan