Tribun Bisnis

Pemerintah RI dan Ceko Sepakat Tingkatkan Investasi Industri Dua Kali Lipat

Kunjungan Airlangga beserta rombongan, diterima oleh Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Ceko, Vladimir Bratl di Praha.

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Hendra Gunawan
Pemerintah RI dan Ceko Sepakat Tingkatkan Investasi Industri Dua Kali Lipat
Istimewa
Kunjungan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto beserta rombongan, diterima oleh Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Ceko, Vladimir Bratl di Praha. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bertamu ke kantor Kementerian Perindustrian dan Perdangangan Republik Ceko, Rabu (2/5/2018) waktu setempat.

Kunjungan Airlangga beserta rombongan, diterima oleh Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Ceko, Vladimir Bratl di Praha.

Beberapa hal disepakati dalam pertemuan tersebut.

Salah satunya, pemerintah Indonesia dan pemerintah Ceko sepakat untuk meningkatkan volume perdagangan kedua negara, terutama melalui penguatan kerja sama di sektor industri.

"Kerjasama perdagangan yang terjadi saat ini belum mencerminkan potensi sesungguhnya antara Indonesia dan Ceko, untuk itu Indonesia mentargetkan peningkatan volume perdagangan antar kedua negara sebanyak dua kali lipat," kata Airlangga kepada wartawan Kamis (3/5/2018).

Perdagangan yang digenjot antara lain gelas, kristal, pembangkit listrik tenaga air, aerospace (komponen dan MRO) dan lain sebagainya.

Selain itu, Airlangga juga menjelaskan, kedua negara sepakat untuk menjadikan masing-masing negara sebagai gerbang masuknya produk dan investasi.

"Indonesia ingin Ceko sebagai gerbang untuk Uni Eropa, sementara Ceko ingin Indonesia sebagai gerbang pasar Asean untuk Ceko," katanya.

Menperin menjelaskan, pemerintah Ceko juga ingin dapat bermitra dengan indonesia dalam mengembangkan industri berbasis mineral, contohnya pertambangan.

"Ceko mempunyai kekuatan dalam pengembangan pesawat perintis, dan begitupun Indonesia sebagai negara kepulauan juga mengembangkan industri ini. Untuk itu Ceko berharap bisa berkolaborasi dengan Indonesia," katanya.

Ceko merupakan mitra dagang Indonesia terbesar keempat di kawasan Eropa Tengah dan Timur setelah Rusia, Ukraina dan Polandia.

Selama tahun 2010-2015, total nilai investasi Ceko di Indonesia mencapai USD34,35 juta.

Sedangkan, periode 2016-2017, investasi Ceko di sektor manufaktur mencapai 499,5 ribu dolar AS untuk tiga proyek yang meliputi industri logam dasar, barang logam, serta mesin dan elektronik.

Ikuti kami di
  Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas