Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Rupiah Tembus Rp 14.000 Per dollar AS, Kementerian Keuangan Tetap Pede Angka Parameter APBN

"Enggak (khawatir). Kalau dari sisi APBN kan sudah berkali-kali disampaikan, yang namanya asumsi kurs buat APBN itu bersifat indikatif," kata Suahasil

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Rupiah Tembus Rp 14.000 Per dollar AS, Kementerian Keuangan Tetap Pede Angka Parameter APBN
AGRO FARM
Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara 

Laporan Reporter Kontan, Ghina Ghaliya Quddus 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali melemah pada hari ini, Selasa (8/5/2018).

Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), kurs rupiah hari ini ada di level Rp 14.036 per dollar AS, melemah dari hari sebelumnya yang masih di bawah Rp 14.000 per dollar AS, yaitu Rp 13.956 per dollar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, kurs rupiah ada di level Rp 14.043 per dollar AS pada pukul 12.08 WIB.

Pergerakan ini cukup jauh dari asumsi kurs rupiah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 yang dipatok sebesar Rp 13.400 per dollar AS.

Meski demikian, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemkeu) Suahasil Nazara mengaku tak khawatir dengan pergerakan rupiah.

"Enggak (khawatir). Kalau dari sisi APBN kan sudah berkali-kali disampaikan, yang namanya asumsi kurs buat APBN itu bersifat indikatif," kata Suahasil saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa (8/5/2018).

Rekomendasi Untuk Anda

Iia mengatakan, pelemahan kurs rupiah justru membuat penerimaan bertambah, khususnya dari penerimaan migas.

Baca: Jadi Sasaran Gugatan Class Action Dua Pihak di Indonesia, Facebook Pilih Diam

Meski belanja negara juga bertambah karena pelemahan kurs meningkatkan anggaran subsidi, tapi tak lebih tinggi dari penerimaan.

"Kalau net antara pengeluaran dan penerimaan maka efeknya masih lebih tinggi penerimaannya. Jadi kalau dari sisi pengelolaan APBN, tidak ada hal yang mengkhawatirkan," tambah Suahasil.

Meski demikian, pihaknya tetap mencermati pergerakan kurs dampaknya ke perekonomian, bukan hanya APBN.

Misalnya, dampak ke inflasi dan kondisi masyarakat. Tapi pemerintah masih optimistis, inflasi sepanjang 2018 akan mencapai target 3,5%.

 
 

Sumber: Kontan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas