Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

SNP Finance Diduga Selewengkan Pinjaman yang Didapat dari Bank Mandiri

"Bila ada penyalahgunaan akan kami pidanakan," ujar Rohan Hafas, Selasa (5/7/2018).

SNP Finance Diduga Selewengkan Pinjaman yang Didapat dari Bank Mandiri
Warta Kota/henry lopulalan
Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmojo, Direktur Ahmad Siddik Badruddin dan Corporate Secretary Rohan Hafas (kiri-kana) sebelum paparan publik kinerja Bank Mandiri Triwulan I/2018 di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (24/4/2018). 

"Masalahnya adalah salah kelola. Pengawasan tidak jalan dan manajemen penagihan kredit tidak baik," tandas Ongko.

Posisi SNP Finance kian terjepit lantaran rasio keuangannya memburuk. Mochamad Ichsanuddin, Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank II Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan, berdasarkan temuan OJK, ekuitas perusahaan ini ternyata sudah minus.

Padahal, di laporan keuangan yang disampaikan ke PT Pefindo untuk pemeringkatan MTN, SNP Finance menyebutkan ekuitas sebesar Rp 733,4 miliar per akhir 2017.

OJK memberi tenggat enam bulan bagi SNP Finance sejak usahanya dibekukan OJK pada 14 Mei 2018, untuk membenahi keuangannya.

Salah satunya dengan pemenuhan minimal ekuitas. Sesuai aturan, ekuitas multifinance minimal harus 50% dari total minimum modal disetor senilai Rp 100 miliar.

"Jika tak bisa memenuhi hingga tenggat waktu 14 November 2018, izin operasi dicabut," tegas Ichsanuddin.

Gara-gara laporan keuangan yang tak jelas itu pula, Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (PPPK) Kemkeu memeriksa Deloitte Indonesia, akuntan publik yang mengaudit SNP Finance.

"Kami akan kooperatif dengan PPPK, ujar Steve Aditya,Marketing & Communications Lead of Deloitte Indonesia.

 

Ikuti kami di
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas