Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Gunung Agung Erupsi, 6 Negara Terbitkan Travel Advice ke Bali

“Keenam negara tersebut di antaranya Inggris, Amerika Serikat, Selandia Baru, Singapura, dan Prancis,” ujarnya

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Gunung Agung Erupsi, 6 Negara Terbitkan Travel Advice ke Bali
Warta Kota/Nur Ichsan (SAN)
Sejumlah calon penumpang pesawat jurusan Denpasar Bali melalui bandara I Gusti Ngurah Rai, melakukan rescheduling ulang jadual keberangkatannya ke Pulau Dewata, di gerai salah satu penerbangan di Bandara Soekarno Hatta, Jumat (29/6/06/2018). 

Laporan Reporter: Nur Pehatul Janna

TRIBUNNEWS.COM, JJAKARTA - Erupsi Gunung Agung di Bali hari Kamis (28/6/2018) menyebabkan sejumlah negara mengeluarkan travel advice atau peringatan perjalanan kepada warga negaranya yang sedang berkunjung maupun yang ingin berkunjung ke Bali.

Arief Yahya, Menteri Pariwisata mengatakan terkait erupsi Gunung Agung yang terjadi kemarin, tercatat sampai pada Jumat (29/6/2018) pukul 13.35 WIB, sudah ada enam negara yang telah mengeluarkan peringatan tersebut.

“Keenam negara tersebut di antaranya Inggris, Amerika Serikat, Selandia Baru, Singapura, dan Prancis,” kata Arief Yahya dalam keterangan resminya, Jumat (29/6/2018).

Baca: Sempat Ditutup, Bandara Ngurah Rai Kembali Dibuka untuk Penerbangan

Menurutnya, hal tersebut terjadi karena penyebaran berita terkait erupsi Gunung Agung yang menyebabkan Bandara I Ngurah Rai, Denpasar, Bali ditutup sementara beredar dengan cepat.

“Kemarin memang sempat ada penutupan sementara di Bandara I Ngurah Rai, Bali. Namun pemerintah bergerak dengan sigap menangani hal tersebut sehingga bandara tersebut kami pastikan sudah mulai beroperasi terhitung hari ini pukul 14.30 WITA,” ujarnya.

Baca: Tiga Ekor Buaya Muara Terpantau Mengapung di Kali Grogol, Ada yang Panjangnya 2,5 Meter

Untuk itu, tambah Arief, pihaknya berharap pada negara-negara yang telah mengeluarkan travel advice untuk segera melakukan revisi mengingat suasana di Bali sudah menuju normal.

Rekomendasi Untuk Anda

“Kami minta negara-negara tersebut bisa merevisi peringatannya karena yang terganggu itu lalu lintas udaranya bukan aktivitas kepariwisataan,” tuturnya.

Sumber: Kontan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas