Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kurs Rupiah Terus Merosot, Gerindra Minta Pemerintah Jangan Sibuk Bikin Pencitraan

Andre menilai, terus terpuruknya kurs rupiah karena pemerintah terlalu menganggap enteng permasalahan tersebut.

Kurs Rupiah Terus Merosot, Gerindra Minta Pemerintah Jangan Sibuk Bikin Pencitraan
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Karyawan money changer menunjukkan uang dolar dan rupiah di PT Gemilang Perdana Sejati, Jl Diponegoro, Kota Pontianak. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal Gerindra Andre Rosiade meminta pemerintah menyikapi serius merosotnya nilai rupiah hingga mencapai RP 14 394 per dollar AS.

Menurutnya, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berimbas pada ekonomi masyarakat.

‎"Katanya kerja kerja kerja nyatanya nilai tukar rupiah semakin terpuruk," ujar Andre di Jakarta, Jumat, (29/6/2018).

Andre menilai, terus terpuruknya kurs rupiah karena pemerintah terlalu menganggap enteng permasalahan tersebut.

Pemerintah menganggap merosotnya nilai rupiah sekadar imbas dari kebijakan bank sentral Amerika Serikat, The Fed.

Baca: Penumpang Ojek Online yang Terlindas Bus Sumber Alam di Baranangsiang Ternyata Seorang Dokter

Baca: Main Film Bareng Anya Geraldine, Bio One Kaget dan Takut

"Kami meminta Pemerintah dan BI melihat secara seksama dan serius menghadapi masalah ini," katanya.

Andre mengingatkan kepada pemerintah agar hati-hati dalam menyikapi pelemahan nilai tukar rupiah‎.

Jangan sampai Indonesia dilanda krisis ekonomi lagi seperti terjadi di tahun 1998.
‎"Pak Harto jatuh 1998 di saat nilai tukar rupiah terhadap dollar AS Rp 14.900‎. Kami meminta pemerintah jangan sibuk pencitraan kerja kerja dan kerja tapi hasil nya enggak jelas," tegasnya.

Ikuti kami di
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas