Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Mulai September, Bulog Genjot Penjualan Beras Kemasan Sachet

“Penjualannya paling besar ke Jawa Barat sekitar 11 ton. Ada ke Jawa Timur, Jawa Tengah, ada juga Sulawesi Selatan,” ujar Imam

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Mulai September, Bulog Genjot Penjualan Beras Kemasan Sachet
KONTAN
Dirut Perum Bulog Budi Waseso dan beras kemasan sachet. 



Laporan Reporter Kontan, Lidya Yuniartha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perum Bulog akan lebih serius menjalankan bisnis beras kemasan mini alias saset pada September mendatang. Bulog memang sudah menggadang-gadang akan memulai bisnis beras saset sejak kepemimpinan Budi Waseso.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Perum Bulog Imam Subowo mengatakan, sebenarnya saat ini Bulog sudah menjual beras saset secara komersial ke toko-toko dan warung.

Namun, jumlah beras yang dijual masih kecil atau sekitar 55 ton. Itupun hanya berupa pengenalan beras saset kepada masyarakat.

“Penjualannya paling besar ke Jawa Barat sekitar 11 ton. Ada ke Jawa Timur, Jawa Tengah, ada juga Sulawesi Selatan,” ujar Imam, Senin (9/7/2018).

Meski sudah membeberkan kapan beras saset ini akan dipasarkan secara luas, tetapi Imam masih enggan menyebutkan berapa banyak beras saset yang akan diproduksi.

Baca: Puluhan Pick Up Mitsubishi L300 Menguji Ketangguhan Ban Michelin XCD2 di Tanjakan Bromo

Dia mengatakan, pihaknya masih menargetkan produk baru Bulog ini ketahui masyarakat terlebih dahulu.

Rekomendasi Untuk Anda

“Saya mau pasar tahu lebih dulu, bukan jumlahnya. Jadi saya lihat dulu, idealnya berapa? Apakah 200 gram atau apa ada permintaan ke 300 gram. Kita lihat dulu,” tambah Imam.

Baca: Presiden PKS: Wajar Jika Ormas Islam Tak Lagi Dukung Tuan Guru Bajang

Sejauh ini, Imam mengklaim masyarakat menerima beras saset ini secara positif. Bahkan, Bulog sedang menjajaki kerjasama dengan ritel modern. Imam berharap, beras saset ini dapat tersedia di mana-mana.

Imam mengakui, biaya untuk menghasilkan beras saset ini jauh lebih mahal dari beras kemasan lain, lantaran kemasannya yang lebih kecil. Namun, Imam memastikan pembuatan beras saset ini tidak merugikan Perum Bulog.

Sumber: Kontan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas