Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Bamsoet Minta Efisiensi di Garuda Indonesia tak Kurangi Hak Konsumen

Antara lain runway atau landas pacu, apron untuk parkir pesawat hingga terminal bagi penumpang. “Karena sudah overload

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rachmat Hidayat
zoom-in Bamsoet Minta Efisiensi di Garuda Indonesia tak Kurangi Hak Konsumen
ISTIMEWA
Ketua DPR Bambang Soesatyo atau Bamsoet (dua dari kiri). Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Wakil Ketua DPR Agus Hermanto dan Nurhayati Assegaf. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyoroti kualitas layanan maskapai Garuda Indonesia. Pesawat maskapai kebanggaan nasional ini justru sering mengalami keterlambatan (delay) yang berefek pada penurunan on time performance (OTP).

Bamsoet menyatakan, Garuda Indonesia harus bisa mencari solusi atas persoalan internal yang berimbas kepada kualitas layanan bagi pelanggan. “Meminta kepada pihak manajemen Garuda Indonesia agar dapat menyelesaikan persoalan-persoalan internal perusahaan secara profesional sehingga tidak berdampak kepada operasional pelayanan kepada konsumen,” ujarnya, Senin (24/7/2018).

Bamsoet menegaskan, seyogianya manajemen Garuda Indonesia dalam melakukan efisiensi anggaran tidak mengurangi kualitas pelayanan, hak-hak, serta aspek keselamatan terhadap konsumen.

Selain itu, Bamsoet juga meminta manajemen Garuda Indonesia untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh atas operasional jadwal penerbangan maupun penugasan kru di maskapai flag carrier itu.

“Langkah itu demi meningkatkan fasilitas pelayanan dan mengurangi keterlambatan,” ujarnya.

Di luar persoalan Garuda, Bamsoet mendorong Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II selaku pengelola bandara-bandara di tanah air agar melakukan kajian terkait urgensi pembangunan dan perluasan area airport.

Antara lain runway atau landas pacu, apron untuk parkir pesawat hingga terminal bagi penumpang. “Karena sudah overload. Banyak bandara yang tak memadai lagai,” ujar legislator Golkar ini lagi.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas