Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Menteri Darmin Juga Sependapat, Pelemahan Rupiah Masih Akan Berlanjut

“Tahun ini saja rencananya The Fed akan menaikkan tingkat bunga dua kali lagi. Ya, mesti naik lagi."

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Menteri Darmin Juga Sependapat, Pelemahan Rupiah Masih Akan Berlanjut
Apfia Tioconny Billy
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di acara Indonesia Industrial Summit 2018. 

Laporan Reporter Kontan, Ghina Ghaliya Quddus

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan bahwa pelemahan rupiah tampaknya masih akan berlanjut. Hal ini disebabkan oleh normalisasi kebijakan moneter The Fed.

“Saya sering ditanya rupiah melemah lagi. Memang belum berhenti proses masih berjalan,” kata Darmin di Gedung Pusdiklat Kemlu, Jakarta, Selasa (24/7/2018).

“Tahun ini saja rencananya The Fed akan menaikkan tingkat bunga dua kali lagi. Ya, mesti naik lagi. Tingkat bunga dia. Bank sentral kita juga pasti akan naikkan tingkat bunga,” lanjutnya.

Dengan demikian, menurut Darmin, tidak heran bahwa rupiah melemah. Namun, rupiah yang lemah ini menurut dia ada bagus dan jeleknya.

Baca: Kasus Suap PLTU Riau-1, KPK Akan Kembali Periksa Mensos Idrus Marham Kamis Lusa

Bagusnya, kata Darmin, barang-barang dari Indonesia di luar negeri semakin murah.

“Jadi, sebenarnya respon pertama kita adalah bagaimana ekspor banyak-banyak karena satu dolar harga satu barang tadinya Rp 13.000 sekarang jadi Rp 14.400,” ujarnya.

Baca: Agatha Chelsea: Lebih Enak Nyanyi Ketimbang Main Film

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu, jeleknya adalah harga barang-barang yang diimpor semakin mahal.

Namun, Indonesia tidak bisa tidak mengimpor karena banyak barang tidak diproduksi di salam negeri, khususnya barang modal dan bahan baku.

“Jadi, jeleknya adalah kita membeli produk dari luar semakin mahal. Nah, situasi yang kita alami sekarang adalah gejala yang bisa-bisa berlanjut,” ucapnya.

Sumber: Kontan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas