Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2018 Lebih Tinggi dari 2017, Ini Penyebabnya

Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2018 mencapai 5,27 persen, mengalami peningkatan dibandingkan kuartal II-2017 yang sebesar 5,01 persen.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2018 Lebih Tinggi dari 2017, Ini Penyebabnya
TRIBUNNEWS/APFIA
Kepala BPS Suhariyanto dalam paparan data capaian ekonomi Indonesia di kuartal II 2018 di kantor BPS, Jakarta Pusat, Senin (6/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2018 mencapai 5,27 persen, mengalami peningkatan dibandingkan kuartal II-2017 yang sebesar 5,01 persen.

Kepala BPS, Suhariyanto menyebutkan ada dua penunjang pertumbuhan ekonomi kuartal ini yakni lapangan usaha jasa dan pertumbuhan konsumsi.

Baca: PKB dan PPP Usulkan Program Keumatan dalam Visi-Misi Jokowi di Pilpres 2019

Untuk lapangan jasa pertumbuhannya mencapai 9,22 persen yang diikuti dengan Jasa Perusahaan sebesar 8,89 persen dan transportasi pergudangan sebesar 8,59 persen.

"Pertumbuhan didukung oleh semua lapangan usaha," ujar Suhariyanto, di gedung BPS, Jakarta Pusat, Senin (6/8/2018).

Sementara itu, dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh 8,71 persen.

Capaian tersebut menyumbang 0,10 persen terhadap pertumbuhan ekonomi karena adanya hari raya lebaran, musim panen, serta kegiatan pemilihan kepala daerah (pilkada) dan penjualan motor dan mobil.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kita tahun ini numpuk di triwulan II seperti Lebaran itu, masa panen. Ada penjualan sepeda motor, mobil, meningkatnya nilai transaksi kartu kredit, pertanian bagus, bantuan sosial besar sehingga konsumsi naik," ungkap Suhariyanto.

Sedangkan dilihat dari penciptan sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 0,84 persen, diikuti perdagangan besar eceran, reparasi mobil-sepeda moto sebesar 0,69 persen.

Kemudian pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang sebesar 0,64 persen, konstruksi sebesar 0,55 persen dan transportasi pergudangan 0,35 persen.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas