Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Rupiah Melemah, ESDM Tunda Proyek Kelistrikan 15.200 MW

melemahnya rupiah terhadap dollar AS membuat pemerintah mengambil keputusan untuk menunda proyek kelistrikan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Rupiah Melemah, ESDM Tunda Proyek Kelistrikan 15.200 MW
dok. Kementerian ESDM
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mencoba motor penjual BBM SPBU di rest area tol Cipali kilometer 102 A. Pada motor tersebut terdapat 5 dirijen yang masing-masing dapat terisi 10 liter BBM demi menjamin pasokan BBM saat arus mudik dan balik Lebaran nanti. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, melemahnya rupiah terhadap dollar AS membuat pemerintah mengambil keputusan untuk menunda proyek kelistrikan dengan kapasitas 15.200 megawatt.

"Terkait sektor ESDM, dengan tujuan bagaimana kita mengendalikan impor. Fokus gunakan produk dalam negeri kalau bisa. Semaksimal mungkin yang disebut Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)," ujar Jonan di kantornya, Selasa (4/9/2018) malam.

Dirinya menjelaskan, dalam proyek kelistrikan rata-rata TKDN hanya mencapai 20-40 persen dan sisanya dipenuhi oleh impor. Perihal proyek yang pendanaannya belum tertutupi, Jonan mengungkapkan akan digeser ke tahun-tahun berikutnya.

"Proyek 35,000 megawatt yang belum financial close digeser ke tahun berikutnya. Itu sekitar 15,200 megawatt. Jadi saya ulang, bahwa proyek ini hanya ditunda," tuturnya.

Nilai investasi dari proyek ini sekitar 24-25 miliar dollar AS. Karena penundaan ini, beban impor dipoyeksikan akan berkurang sekitar 8-10 miliar dollar AS. Proyek yang semula ditargetkan selesai 2019 ini bergeser ke 2021 hingga 2026.

"Awalanya diharapkan selesai 2019 yang 15.200 megawatt. Ditunda, ada yang sampai ke 2021-2026. Jadi, digeser sesuai kebutuhan kelistrikan nasional," kata Jonan.

Meskipun terjadi penundaan proyek, Jonan optimistis target rasio elektrifikasi tetap bakal tercapai. Dirinya mengatakan, penundaan ini tidak mengurangi target pemerintah untuk mencapai rasio elektrifikasi 99 persen di tahun 2019.

Rekomendasi Untuk Anda

"Sekarang sudah 97,3 persen, akhir tahun bisa capai 97.5 persen. Tahun depan bisalah 99 persen," imbuhnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "ESDM Tunda Proyek Kelistrikan 15.200 MW Untuk Selamatkan Rupiah"

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas