Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Setelah Intervensi BI, Rupiah Ditutup Melemah

Kurs rupiah kembali mengalami pelemahan pada penutupan perdagangan Rabu (5/9).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Setelah Intervensi BI, Rupiah Ditutup Melemah
Tribunnews/JEPRIMA
Seorang karyawan saat menghitung mata uang dalam bentuk pecahan Rp 50.000 dan pecahan Rp 100.000 di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kurs rupiah kembali mengalami pelemahan pada penutupan perdagangan Rabu (5/9).

Di pasar spot, rupiah melemah tipis 0,02% ke level Rp 14.938 per dollar AS. Adapun kurs tengah rupiah di Bank Indonesia merosot 0,58% ke level Rp 14.927 per dollar AS.

Analis Monex Investindo Futures, Faisyal menyampaikan, pelemahan rupiah hari ini masih disebabkan oleh memanasnya sentimen perang dagang antara AS dan China.

Selain itu, krisis mata uang yang melanda sejumlah negara berkembang seperti Argentina, Turki, hingga Iran juga berakibat negatif bagi pergerakan rupiah.

Namun, adanya intervensi dari BI membuat pelemahan rupiah tidak setajam ketika perdagangan kemarin.

BI mengatakan, sejak Kamis pekan lalu, sudah masuk ke pasar, membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder sampai Rp 11,9 triliun.

Faisyal memperkirakan, rupiah masih berpotensi melanjutkan pelemahannya pada perdagangan Kamis (6/9). Hal ini didorong oleh rencana pemerintah AS yang akan mengenakan tarif US$ 200 miliar kepada barang impor asal China.

Rekomendasi Untuk Anda

Jika China merespons kebijakan tersebut, eskalasi perang dagang bakal meningkat dan mata uang dari negara-negara berkembang berpotensi kembali tertekan.

“Dalam jangka pendek, rupiah baru bisa menguat kalau BI melakukan intervensi besar-besaran,” kata Faisyal.

Lebih lanjut, sejauh ini bentuk intervensi BI yang paling efektif untuk meredam rupiah adalah menaikan suku bunga acuan. Namun, langkah ini pun hanya bersifat sementara dan punya risiko yang tinggi karena bisa mengorbankan pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

“Saat ini peran pemerintah lebih dibutuhkan dalam meredam pelebaran defisit transaksi berjalan,” ujarnya.

Faisyal memproyeksikan, rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp 14.900—Rp 15.000 per dollar AS pada perdagangan besok.

Menurutnya, jika rupiah jatuh ke level Rp 15.000, besar kemungkinan pergerakan rupiah akan semakin liar karena telah melewati level psikologisnya.

Berita Ini Sudah Dipublikasikan di KONTAN, dengan judul: Rupiah ditutup melemah tipis setelah BI intervensi

Sumber: Kontan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas