Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Rudiantara Sebut Pemerintah Akan Cetak 20.000 Talenta Digital Tahun Depan

"Pemerintah tahun depan itu akan create 20.000 digital talent. Jadi bekerja sama dengan big tech company seperti Cisco, Microsoft,"

Rudiantara Sebut Pemerintah Akan Cetak 20.000 Talenta Digital Tahun Depan
Tribunnews.com/ Gita Irawan
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di Pelataran Art Bali Kompleks Bali Collection, Nusa Dua, Bali usai media briefing capaian Indonesia dalam AM IMF-WB 2018 pada Sabtu (13/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan pemerintah akan mencetak 20.000 talenta digital di tingkat teknisi untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.

Untuk mewujudkannya, pemerintah akan bekerja sama dengan beberapa perusahaan teknologi raksasa seperti Cisco dan Microsoft, 20 universitas di dalam negeri, dan ekosistem start up digital.

Baca: Rudiantara Bocorkan Tiga Jenis Start Up yang Berpeluang Jadi Unicorn

Hal itu dikatakan Rudiantara di Pelataran Art Bali Kompleks Bali Collection, Nusa Dua, Bali usai media briefing capaian Indonesia dalam AM IMF-WB 2018, Sabtu (13/10/2018).

"Pemerintah tahun depan itu akan create 20.000 digital talent. Jadi bekerja sama dengan big tech company seperti Cisco, Microsoft, yang juga hadir di sini," kata Rudiantara.

Dua perusahaan raksasa di bidang teknologi itu nantinya akan bekerja sama dengan 20 perguran tinggi yang berperan untuk membuat silabus pelatihan untuk level teknisi.

Baca: Cincin Jadi Hadiah Spesial Kartika Putri untuk Ulang Tahun Putrinya

Sebanyak 20.000 peserta akan dilatih selama dua bulan.

"Sehingga mereka bisa segera masuk, baik ke big tech company atau start up di Indonesia mau pun siapapun yang membutuhkan di Indonesia," kata Rudiantara.

Ia pun sempat menjelaskan mengapa dua perusahaan raksasa mau bekerja sama dengan Indonesia untuk mencetak teknisi.

Baca: Jepang Tawarkan Bantuan untuk Membangun Kembali Sulawesi Tengah

"Karena Big Tech company di Indonesia sangat sulit mencari teknisi. Kalau mereka harus mengimport, pertama mahal, kedua saya katakan jangan bikin cemburu orang Indonesia. Kalau level teknisi, di Indonesia banyak tapi mereka harus ditraining dulu. Ini yang dilakukan oleh big tech company, beserta dengan Kominfo, ekosistem, dan 20 perguruan tinggi," kata Rudiantara.

Ia pun mengatakan nantinya, perusahaan e-commerce Alibaba juga akan turut serta dalam proyek tersebut.

Rudiantara mengungkap Alibaba memiliki program 1.000 C level (pekerja dengan level eksekutif) yang akan melatih SDM Indonesia untuk menjadi pengusaha.

"Nanti Kadin (Kamar Dagang Indoensia) yang akan follow up dan melakukan seleksi di C level di start up di Indonesia atau perusahaan teknologi digital di Indonesia untuk ditraining,diupgrade di C level. Dan kebanyakan di level CTO (Chief Technology Officer)," kata Rudiantara.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas