Tribun Bisnis

Pangsa Pasar Keuangan Syariah Diperkirakan Naik Jadi 20 Persen di 2023

Gubernur BI Perry Warjiyo optimistis, dalam lima tahun ke depan pangsa pasar keuangan syariah Indonesia akan meningkat dari saat ini 8,4 persen

Penulis: Syahrizal Sidik
Editor: Choirul Arifin
Pangsa Pasar Keuangan Syariah Diperkirakan Naik Jadi 20 Persen di 2023
TRIBUNNEWS/SYAHRIZAL SIDIK
Gubernur BI Perry Warjiyo 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Syahrizal Sidik

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA — Bank Indonesia mendorong pendalaman pasar keuangan syariah di dalam negeri. Geliat pertumbuhan keuangan syariah mulai terlihat dari membaiknya pangsa pasar keuangan syariah yang saat ini tumbuh di angka 8,4 persen dari tiga tahun sebelumnya yang stagnan di level 5 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo optimistis, dalam lima tahun ke depan pangsa pasar keuangan syariah Indonesia akan meningkat dari saat ini berada di level 8,4 persen menjadi 20 persen. Pertumbuhan pangsa pasar keuangan syariah akan didorong oleh bukan hanya dari perbankan syariah saja, tapi juga dari pasar modal, pembiayaan dan keuangan sosial seperti wakaf dan zakat.

“Harapannya 5 tahun yang akan datang pangsa pasar keuangan syariah mencapai 20 persen,” kata Perry saat konferensi Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) 2018 di Surabaya, Selasa (11/12/2018).

Deputi Gubernur Bank Indonesia Erwin Rijanto berharap pembiayaan dari keuangan syariah bisa lebih berkontribusi pada pembangunan nasional. Saat ini, sindikasi pembiayaan perbankan syariah telah dilakukan di beberapa proyek infrastruktur seperti, proyek kelistrikan, jalan tol hingga serta penyaluran manfaat sosial dana haji kepada UKM.

Baca: NAP Info Lintas Nusa Hadirkan Layanan Cloud Bertarif Tetap untuk Sektor Keuangan dan E-Commerce

Menurutnya, pembiayaan dan pasar keuangan syariah mengalami peningkatan. “Rata-rata transaksi di pasar uang syariah tahun 2016 masih Rp 780 miliar, namun rata-rata Januari-Oktober 2018 telah menjadi Rp 947 miliar,” kata Erwin.

Peningkatan tersebut, kata dia, dapat terwujud karena kerjasama Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Keuangan, Kementerian Agama dan Badan Pengelola Keuangan Haji, serta pelaku pasar keuangan syariah utamanya perbankan syariah dan asosiasi pasar keuangan syariah.

Perkuat Sektor Riil

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengingatkan para otoritas keuangan untuk memperkuat sektor riil untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Sebab menurut Darmin, perkembangan ekonomi keuangan syariah di Indonesia lebih lamban jika dibandingkan negara lainnya.

Darmin menuturkan, dari sisi penyaluran pembiayaan syariah sudah tumbuh membaik di angka 5,9 persen dari beberapa tahun sebelumnya yang bergerak stagnan di level 5 persen.

“Kendalanya bukan di pembiayaan, karena perbankan kita sebenarnya cukup siap membuka dana kembangkan pembiayaan syariah, yang justru lebih lambat berkembangnya adalah sektor riilnya syariah itu sendiri," kata Menko Darmin saat meresmikan pembukaan ISEF 2018.

Darmin menambahkan, beberapa sektor riil syariah yang bisa dikembangkan antara lain dari produk fesyen, pariwisata, agrobisnis maupuan produk halal yang punya potensi besar. “Kita bisa menarik kegiatan keuangan dan ekonomi syariah, apabila sektor riilnya ini bekembang lebih baik dibandingkan di masa lalu,” kata dia.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas