Tribun Bisnis

Pertahankan Penghargaan Industri Hijau, Sido Muncul Konsisten Terapkan Ramah Lingkungan

Sido Muncul kembali mendapatkan Penghargaan Industri Hijau tahun 2018 dari Kementerian Perindustrian.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Fajar Anjungroso
zoom-in Pertahankan Penghargaan Industri Hijau, Sido Muncul Konsisten Terapkan Ramah Lingkungan
TRIBUNNEWS.COM/APFIA
Pemberian penghargaan Industri Hijau dari Menteri Perindustrian Airlangga Hatarto kepada GM Sido Muncul Yana Anggraini Hidayat, Rabu (12/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTASido Muncul kembali mendapatkan Penghargaan Industri Hijau tahun 2018 dari Kementerian Perindustrian.

Penghargaan tersebut langsung diberikan oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hatarto kepada General Manager Sido Muncul, Yana Anggraini Hidayat.

Ini merupakan kali kedua bagi Sido Muncul, setelah sebelumnya pada tahun 2017 perusahaan jamu tradisional dan farmasi itu juga meraih Penghargaan Industri Hijau.

Bahkan di tahun 2018 ini Sido Muncul berada di level lima yang merupakan level tertinggi di Penghargaan Industri Hijau.

Hadi Hartojo, Manager Pabrik dan Lingkungan Sido Muncul mengatakan pihak Sido Muncul optimis tahun depan akan kembali mendapatkan penghargaan karena selalu mengedepankan efisiensi dan efektivitas saat memproduksi produk.

Baca: Sido Muncul Sumbang 500 Juta untuk Korban Palu-Donggala

“Kita punya target untuk memeprtahankan, kita ada substitusi bahan bisa lebih efisien dari bahan baku dan juga dari lingkungan kerja kita,” ungkap Hadi saat ditemui di acara Penghargaan Industri Hijau di Kementerian Perindustrian, Rabu (12/12/2018).

Untuk mempertahankannya Hadi menjelaskan sudah dilakukan beberapa program dari sektor teknologi hingga kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) agar lebih ramah lingkungan.

Dari segi teknologi, proses produksi di pabrik Sido Muncul kini hampir seluruhnya dilakukan oleh mesin sebagai langkah efisiensi.

“Dari matrial masuk sampe keluar jadi produk itu tidak disentuh tangan, sudah mesin semua hanya inputnya saja orang-orangnya jadi orang-orang hanya diujung saja untk menambah efisiensi,” papar Hadi.

Kemudian, Sido Muncul juga mengembangkan energi baru terbarukan (EBT) dengan menciptakan listrik dari ampas sisa produksi jamu.

Hadi menyebutkan setiap bulannya ada sekitar 25 ton ampas jamu yang kemudian dimanfaatkan untuk memanaskan boiler untuk mendinginkan ruangan.

“Kalau sebelumnya mendinginkan ruangan pakai listrik ini pakai pemanas dari boiler yang bisa menghasilkan listrik sehingga mengurangi penggunaan listrik konvesnional,” papar Hadi.

Kemudian untuk meningkatkan kesadaran ramah lingkungan bagi para karyawannya, Sido Muncul tidak lagi menggunakan gelas plastik dan mulai beralih menggunakan botol minum.

“Kita juga terhadap lingkungan mulai memikirkan hal-hal mengurangi pemggunaan plastik, kalau minum saat rapai tidak pakai air gelasan tapi pakai tumblr,” pungkas Hadi.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas