Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

PT KCI Impor 100 Kereta dari Jepang di Tahun 2019

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) akan mengimpor 100 unit kereta dari Jepang pada tahun 2019.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Brian Priambudi
Editor: Fajar Anjungroso
zoom-in PT KCI Impor 100 Kereta dari Jepang di Tahun 2019
Tribunnews/JEPRIMA
Pekerja saat memindahkan gerbong commuter line dari Kapal ke Truck di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (4/4/2018). PT Kereta Commuter Indonesia membeli 1 rangkaian yang terdiri dari 10 unit/kereta dari operator tokyo metro dengan seri 6000 yang nantinya akan dioperasikan untuk menambah kapasitas angkut dengan rangkaian yang lebih panjang. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Brian Priambudi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) akan mengimpor 100 unit kereta dari Jepang pada tahun 2019.

Direktur Utama PT KCI, Wiwik WIdayanti mengatakan, impor tersebut guna memenuhi kebutuhan gerbong tambahan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line.

"Kami akan membeli kereta dari Jepang, sudah dimulai di 2018 100 kereta, 2019 nanti juga sekira 100 kereta, sisanya di 2020," ujar Wiwik di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (20/12/2018).

PT KCI sendiri telah memesan 356 unit kereta dari Jepang yang didatangkan secara bertahap.

PT KCI akan menggunakan anggaran investasi perusahaan untuk impor 100 kereta di 2019 nanti.

"Anggarannya dari investasi. Dari KCI kami mengajukan pinjaman ke bank untuk itu," ungkap Wiwik.

Rekomendasi Untuk Anda

Wiwik menjelaskan, impor tersebut dilakukan untuk menambah armada gerbong kereta wilayah Jabodetabek.

Baca: Tarifnya Rp 20 Ribu, KRL Premium Jabodetabek Bakal Berfasilitas WiFi

Saat ini KCI sendiri memiliki lebih kurang 1.000 unit kereta dengan jumlah yang dapat beroperasi efektif sebanyak 936 unit.

"Sekira 936 kereta yang beredar, sekarang. Secara total siap operasi, totalnya mungkin sampai 1.000," ujarnya.

Wiwik menekankan kereta impor dari Jepang tidak digunakan untuk menambah frekuensi perjalanan KRL.

Melainkan untuk gerbong tambahan KRL yang sudah ada saat ini.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas