Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

IMF Ingatkan Risiko Ketidakpastian Ekonomi Global, Sri Mulyani: RI Sudah Duluan Kendalikan Utang

Untuk mengantisipasi risiko itu, IMF mengimbau negara-negara berkembang mengurangi utangnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in IMF Ingatkan Risiko Ketidakpastian Ekonomi Global, Sri Mulyani: RI Sudah Duluan Kendalikan Utang
TRIBUNNEWS/RIA ANASTASIA
Menteri Keuangan Sri Mulyani 

Laporan Reporter Kontan, Mochammad Fauzan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan risiko perlambatan pertumbuhan ekonomi kembali akan kembali menghadang dunia di tahun ini. Untuk mengantisipasi risiko itu, IMF mengimbau negara-negara berkembang mengurangi utang.

Tujuan pengurangan utang adalah meminimalkan risiko dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Menanggapi peringatan IMF itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan Indonesia sudah terlebih dulu mengendalikan utang.

Baca: Disebut 'Anak Haram' oleh Pengacara Kriss Hatta, Hilda Vitria Bocorkan Kisah Pernikahan Orang Tuanya

Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencatat total utang pemerintah pusat hingga akhir 2018 mencapai Rp 4.418,3 triliun, naik 10,58% ketimbang 2017.

"Kami sudah menjaga utang, terbukti defisit anggaran 2018 di bawah 1,8%, lebih kecil dari target di atas 2%," kata Menkeu Selasa (22/1/2019).

Baca: Empat Tahun Jokowi-JK, Utang Pemerintah Indonesia Membengkak 40,96 Persen Jadi Rp 4.418,3 Triliun

Selain itu, rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) hanya 29,98%. Jumlah ini jauh lebih kecil ketimbang negara lain, yang di atas 60%. "Negara dengan rasio utang di atas 60%, defisit anggaran biasanya di atas 2%, tapi Indonesia dijaga, agar utang terkendali," terang Sri Mulyani.

Baca: Baim Wong Jadi Orang Gila Baik Hati, Kerjai Sopir Taksi Hingga Pedagang Pisang Sambil Kasih Uang

Rekomendasi Untuk Anda

Sri Mulyani menambahkan, imbauan IMF bukan untuk negara berkembang seperti Indonesia, yang masih memiliki pertumbuhan ekonomi 5%.


Sumber: Kontan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas