Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Kementerian Perindustrian: Industri Manufaktur Berikan Lapangan Kerja untuk 18,25 Juta Orang

Di 2017, sektor manufaktur menyerap 17,56 juta tenaga kerja lalu naik menjadi 18,25 juta orang di 2018.

Kementerian Perindustrian: Industri Manufaktur Berikan Lapangan Kerja untuk 18,25 Juta Orang
TRIBUNNEWS.COM/ Budi Prasetyo
Aktivitas perakitan ponsel Evercoss di kawasan Industri Turboyo, Semarang. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto menyatakan pertumbuhan ekonomi nasional tetap on the track seiring penyerapan tenaga kerja dalam negeri di sektor industri manufaktur.

“Tahun 2018, manufaktur mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 18,25 juta orang. Jumlah tersebut berkontribusi 14,72 persen terhadap total tenaga kerja nasional,” kata Airlangga di Cikarang, Bekasi, Jumat (15/2/2019).

Dia menyebutkan, dalam 4 tahun terakhir penyerapan tenaga kerja di sektor industri terus mengalami peningkatan.

Di tahun 2015, industri membuka lapangan kerja sebanyak 15,54 juta orang, kemudian naik di tahun 2016 menjadi 15,97 juta orang.

Di 2017, sektor manufaktur menyerap 17,56 juta tenaga kerja lalu naik menjadi 18,25 juta orang di 2018.

“Dari tahun 2015 ke 2018, terjadi kenaikan 17,4 persen dan ini diperkirakan bisa menambah lagi penyerapan tenaga kerjanya di tahun 2019,” ungkap Menperin.

Baca: Faisal Basri: Jalan Tol Melancarkan Arus Mudik, Tapi Tidak untuk Transportasi Logistik

Enam besar sektor industri manufaktur yang menyerap tenaga kerja banyak, yakni industri makanan dengan kontribusi hingga 26,67 persen, disusul industri pakaian jadi (13,69 persen), industri kayu, barang dari kayu dan gabus (9,93 persen).

Baca: CEO Bukalapak Cuitkan Presiden Baru, Pendukung Jokowi Ramai Pasang Tagar #uninstallbukalapak

Lalu, industri tekstil (7,46 persen), industri barang galian bukan logam (5,72 persen), serta industri furnitur (4,51 persen).

Menperin mengatakan pilar utama yang menjadi perhatian pertumbuhan industri nasional adah investasi, teknologi, dan sumber daya manusia (SDM).

"Ketersediaan SDM yang terampil sangat diperlukan guna meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor industri,” ujarnya.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas