Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ecorasa Kenalkan Terobosan Teknologi Produk Kemasan Makanan Lebih Ramah Lingkungan

Aditif ini dapat memperpendek waktu yang dibutuhkan plastik agar teroksidasi, terurai dan dimakan mikroba.

Ecorasa Kenalkan Terobosan Teknologi Produk Kemasan Makanan Lebih Ramah Lingkungan
HANDOUT
Beberapa contoh produk kemasan makanan dan minuman ecorasa dengan teknologi Oxium yang ramah lingkungan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTAPT Harapan Infiniti Mulia memperkenalmenghadirkan ecorasa, produk kemasan makanan dan minuman dengan teknologi Oxium yang ramah lingkungan.

Produk hasil karya anak bangsa ini dirancang sebagai produk kemasan yang lebih 'hijau' di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap sampah plastik saat ini. 

Shivan, founder brand ecorasa dalam keterangan pers tertulisnya kepada Tribunnews, Selasa (12/3/2019) menyebutkan, teknologi Oxium yang digunakan pada pembuatan produk kemasan ecorasa merupakan bahan aditif plastik berteknologi 100 persen buatan Indonesia dan sudah mendapat paten dari Amerika Serikat.

Aditif ini dapat memperpendek waktu yang dibutuhkan plastik agar teroksidasi, terurai dan dimakan mikroba.

Dengan mencampurkan bahan aditif Oxium ke dalam bahan baku plastik saat proses produksi, membuat kemasan ecorasa dapat terurai dalam waktu 2 hingga 5 tahun (tergantung desain) dengan paparan sinar matahari, panas dan/atau oksigen.

Sementara kemasan konvensional membutuhkan waktu ratusan hingga ribuan tahun untuk proses degradasinya.

Dia menjelaskan, saat ini banyak yang menggunakan kemasan plastik konvensional dalam skala besar karena berbagai keunggulan yang dimilikinya, seperti ringan, tahan air, fleksibel dan sangat ekonomis.

Baca: Usulan Baru Menkeu: PPN BM Kendaraan Bermotor Menjad di Bawah 3.000 cc dan di Atas 3000 Cc

"Tetapi, berbagai keunggulan yang dimiliki oleh plastik juga menciptakan masalah katastropiknya sendiri ketika produk plastik tersebut mencapai tujuan akhirnya, baik di TPA maupun jika tercecer di alam," ungkap Shivan.

Data hasil riset Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia menyebutkan, sampah plastik yang tidak terolah saat ini telah mencapai 26.500 ton per hari.

Shivan, founder brand ecorasa
Shivan, founder brand ecorasa.

Sementara, data Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) bahkan menyebutkan sampah plastik di Indonesia mencapai 8,9 juta ton per tahun.

Baca: Susul China dan RI, Singapura Juga Larang Terbang Boeing 737 Max 8 Pasca Jatuhnya Ethiopian Airlines

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas