Cluster Ruby di Permata Mutiara Maja Ditawarkan Mulai Rp 189 Jutaan
Cluster Ruby merupakan cluster ke 6 yang dibangun di lahan seluas 6 hektar dan akan berisi sekitar 450 unit rumah
Editor:
Eko Sutriyanto
TRIBUNNEWS.COM, LEBAK – PT. Bukitnusa Indahperkasa (BNIP) menggelar acara peluncuran (launching) cluster Ruby yang dikembangkan di perumahan Permata Mutiara Maja (200 hektar), di kawasan Maja, Lebak, Banten, Sabtu (30/3) lalu.
Acara berlangsung meriah dan dihadiri masyarakat yang terlihat antusias dengan rumah yang ditawarkan.
Cornelius Widjaja, Direktur PT. BNIP mengatakan, selain membangun Rumah Sederhana Sehat (RSH)bersubsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang bisa dibeli dengan menggunakan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Permata Mutiara Maja juga membangun Rumah Sederhana (RS) Plus – Komersil yakni di cluster Ruby.
“Banyaknya keunggulan yang dimiliki membuat masyarakat sangat meminati rumah di cluster Ruby. Kami optimis, semua unit rumah akan terjual habis dalam waktu singkat,” ujar Cornelius dalam keterangan pers, Jumat (5/4/2019).
Ada dua tipe rumah dengan 2 kamar yang ditawarkan, yakni tipe Lavender (27/60, 27/72), dan tipe Magnolia (36/60, 36/72) yang dipasarkan seharga mulai dari Rp189 juta hingga Rp246 juta.
Pengembang menyediakan beragam cara pembayaran untuk memudahkan masyarakat memiliki rumah di cluster Ruby, antara lain cash keras, cash bertahap, dan menggunakan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Dikatakan Cornelius, cluster Ruby berbeda dengan cluster-cluster sebelumnya karena mempunyai konsep yang lebih baik dari biasanya.
Rumah di cluster Ruby tergolong Rumah Sederhana (RS) Plus yang mempunyai elemen real estate yang bergengsi.
Baca: Satpol PP Depok Gerebek Tujuh Remaja Pesta Miras di Makam Keramat di Beji
“Kami merancang cluster Ruby dengan kepedulian terhadap kualitas hidup dan lingkungan seperti 20% dari lahan adalah Ruang Terbuka Hijau (RTH). Khusus unit-unit yang sudut atau menghadap taman kami tidak menjual kelebihan tanah karena kamikelola menjadi taman bersama yang indah dan asri,” ujar Cornelius.
Cluster Ruby juga disediakan fasilitas, seperti jogging track, tempat berolahraga, taman untuk duduk-duduk, dan taman untuk bermain anak-anak.
Cluster Ruby juga dikelilingi pagar besi yang bertujuan untuk meningkatkan sirkulasi udara, supaya lingkungan lebih sejuk. Selain itu setiap bangunan didesain sedemikian rupa, memiliki plafon setinggi 3,25 meter dan penempatan jumlah jendela yang sesuai sehingga sirkulasi udara dan pencahayaan ruangan menjadi lebih maksimal.
“Maka itu desain rumah di cluster Ruby tergolong dengan bahasa kerennya green building atau rumah ramah lingkungan.
Semua fasilitas dan kualitas di cluster Ruby dapat dimiliki masyarakat hanya dengan harga mulai dari Rp189 juta – Rp246 juta. Semuanya masih di bawah Rp250 juta,” ujar Cornelius.
Daniel Chandra, Direktur PT. BNIP, perumahan Permata Mutiara Maja memiliki beberapa keunggulan antara lain harga rumahnya terjangkau, dikembangkan dengan konsep modern, memiliki luas kawasan 200 hektar (Integrated New Town), lingkungan bebas banjir, menerapkan sistem cluster dengan keamanan 24 jam.
Kemudiam pengelolaan perumahan yang tertata di setiap cluster (Estate Management System), dan dilengkapi berbagai fasilitas publik yakni taman, sarana olah raga, tempat ibadah, dan fasilitas pendidikan.
Fasilitas yang sudah terbangun antara lain SDN 1, SMPN 1, SMAN 1, SMK, Futsal Standar PSSI, dan Dapoer Maja yakni tempat nongkrong jajanan daerah dengan free Wifi + nonton bareng.
Lalu lokasi Permata Mutiara Maja hanya berjarak sekitar 800 meter dari Stasiun Commuterline (KRL)Maja, terkoneksi dengan jalan utama yakni Jalan Raya Maja dan Jalan Raya Kopo – Maja.
Selain itu Permata Mutiara Maja berada di kawasan megapolitan Maja yang merupakan kawasan yang sedang berkembang pesat, khususnya karena Kota Maja merupakan salah satu bagian program pemerintah MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia).
Baca: 100 Hari Tsunami Banten, Ifan Seventeen Ungkap Kerinduan Ditinggal Istri
Kawasan Maja akan menjadi sebuah Kota Baru Publik seluas 10.700 ha sebagaimana telah ditetapkan melalui Perpres No 2 Tahun 2015, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.
Perkembangan Kota Maja dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) menempatkan Stasiun Maja sebagai pusat transportasi utama.
Daniel mengatakan, perumahan Permata Mutiara Maja dikembangkan sejak akhir 2015.
Dari total lahan 200 hektar, saat ini sudah terbangun 50 hektar dengan rumah yang sudah terjual sebanyak 2000 unit dan terbangun sebanyak 1.200 unit dan 35% sudah dihuni.
Diproyeksikan pengembangan perumahan Permata Mutiara Maja akan selesai dalam waktur 5-6 tahun ke depan.
Untuk rumah bersubsidi RSH – FLPP dipasarkan tipe 22/60 dengan harga yang ditetapkan pemerintah tahun 2018 yakni Rp130 juta.
Sementara RSH – Komersil dipasarkan tipe 22/60, 27/60, 30/60, 36/90, 27/72, 30/72, 36/95 seharga mulai dari Rp160 juta hingga Rp267 juta. Dipasarkan juga Ruko seharga Rp245 juta hingga Rp295 juta.
Daniel mengatakan, diminatinya rumah bersubsidi di Permata Mutiara Maja yang rencananya akan dibangun sebanyak 5.000 unit, karena memiliki kualitas yang bagus, antara lain memakai rangka atap baja ringan, genteng beton, kusen & jendela alumunium, daun pintu engineering wood meranti, dandinding kamar mandi keramik & cat.
“Profil pembeli adalah pengguna KRL dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Berasal dari Tanggerang, Serpong, Bintaro dan karyawan yang kantornya di dalam radius 5 km dari setiap stasiun KRL. Pada umumnya, lebih banyak pasangan muda yg membeli di tempat kami,” kata Daniel.
Permata Mutiara Maja pada tahun 2019 menargetkan dapat meraih penjualan sebanyak 1.000 unit rumah subsidi dan 450 unit komersil.
Target penjualan 2019, 30% lebih tinggi dari tahun 2018. Permata Mutiara Maja optimis target akan tercapai karena pasar rumah sederhana di kawasan Maja sangat tinggi dandaerah ini didukung Perpres No. 2 / 2015, Perpres No. 3 /2016 dan Permen PUPR No.13.1/PRT/M/2015.
“Terlebih lagi biaya hidup dan harga tanah di Jakarta dan kota satelit Serpong sudah telampau mahal. Perumahan di Maja masih tergolong murah dengan harga terjangkau serta biaya hidup yang murah. Sebagai contoh harga tiket KRL rute Maja - Tanah Abang Rp6.000/trip dan Maja - Serpong Rp3.000/trip,”ujar Cornelius.
Ditambahkan Cornelius, kawasan Kota Baru Publik Maja adalah bagian dari 3 Kabupaten, yaitu Bogor, Tangerang, Lebak yang total jumlah populasinya adalah 1,5 juta jiwa.
Jika dilihat dari sini saja potensi pertumbuhan ekonomi kawasan tersebut sangatlah besar.
“Penghuni/warga di kota baru Maja ini masih sebagian besar kerja di Jakarta/Serpong. Makanya buruan beli rumah di Permata Mutiara Maja sebelum ketinggalan kereta,” kata Cornelius.