Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Jika Perang Dagang Berlanjut, Menkeu Sri Mulyani Akui Sulit Jaga Pertumbuhan Ekonomi

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pihaknya memprediksi kondisi ini akan berlangsung lama.

Jika Perang Dagang Berlanjut, Menkeu Sri Mulyani Akui Sulit Jaga Pertumbuhan Ekonomi
ISTIMEWA
Menteri Keuangan Sri Mulyani 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan China sempat memanas beberapa hari terakhir.

Meski sudah kembali tenang, tapi belum ada kesepakatan apa pun di antara kedua negara ekonomi terbesar dunia tersebut. Karena itu, diprediksi perang dagang akan berlangsung lama.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pihaknya memprediksi kondisi ini akan berlangsung lama.

"Situasi ini tidak akan reda dalam jangka pendek karena pola konfrontasi head to head. Sehingga untuk dua negara besar ini diplomasi menjadi lebih sulit," jelas Sri Mulyani di kantor Kementerian ESDM, Rabu (15/5).

Situasi tersebut juga akan membayangi Indonesia dalam jangka panjang. Sehingga membuat Indonesia sulit menjaga pertumbuhan ekonomi di atas 5%.

Baca: Pendakian ke Gunung Merbabu Ditutup Selama Sebulan Mulai 20 Mei 2019

"Sinyal gambaran ekonomi dunia alami situasi tidak mudah dan Indonesia dalam hal ini jika ingin tetap menjaga pertumbuhan ekonomi di atas 5%," ujar Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

Pasalnya perang dagang akan membuat pertumbuhan ekonomi global menjadi rendah, inflasi tinggi dan perdagangan global melambat. Sehingga, Indonesia sulit menggantungkan ekspor sebagai mesin pertumbuhan ekonomi.

Kendati begitu, Indonesia bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri sendiri terutama untuk menopang kebutuhan industri manufaktur. Hanya saja ini juga akan mempengaruhi industri, karena keterbatasan ketersediaan.

Perlambatan impor pada data neraca dagang April 2019 juga sudah diwaspadai Sri Mulyani.

Pasalnya secara tahunan impor yang turun terutama dibutuhkan oleh industri manufaktur. BPS mencatat bahan baku turun 6,28% yoy sedangkan barang modal turun 8,68% yoy.

Berita Ini Sudah Tayang di KONTAN, dengan judul: Sri Mulyani akui sulit jaga pertumbuhan ekonomi 5% bila perang dagang berlanjut

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Sanusi
Sumber: Kontan
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas