Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pemerintah Akan Galakkan Gerakan Sadar Investasi

Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa untuk meningkatkan ekonomi sekarang ini dapat dilakukan

Pemerintah Akan Galakkan Gerakan Sadar Investasi
Ist
ilustrasi investasi 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa untuk meningkatkan ekonomi sekarang ini dapat dilakukan dengan menggenjot sektor investasi.

Hal itu diungkapkan Bambang, dalam acara seminar nasional bertajuk "Memprediksi Iklim Investasi Indonesia Pasca-Pilpres 2019" yang digelar IndoSterling Group di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Menurutnya, tumbuhnya ekonomi tidak hanya bergantung pada sektor konsumsi saja. Sektor investasi juga dapat mempercepat laju pertumbuhan ekonomi.

"Dalam teori ekonomi makro, investasi menjadi faktor akselerasi pertumbuhan ekonomi. Karena itu lima tahun ke depan, fokus pemerintahan adalah meningkatkan pertumbuhan investasi," tuturnya.

Oleh karena itu menurut Bambang, pemerintah nanti akan menggalakan gerakan sadar investasi. Dengan gerakan itu harapnnya, pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen dapat terpenuhi.

Baca: Update: Petugas KPPS Meninggal 486 Orang, Yang Sakit 4.849 Orang

Baca: Sosok Hairul Anas, Pencipta Robot IT Pemantau Situng KPU di Mata Guru Sekolahnya

Baca: Seruan kepada Seluruh Kader HMI Adakan Doa Bersama Bagi Kelangsungan Persatuan Bangsa

Baca: Disebut Bawa Kembali ke Zaman Kolonial Belanda, Wiranto: Itu Kan Lucu

"Pemerintah ke depan juga akan melakukan perbaikan iklim investasi termasuk perbaikan sistem tenaga kerja. Lalu menggalakan industrialisasi berbasis Sumber Daya Alam," katanya.

Sementara itu Direktur IndoSterling Aset Manajemen, F. Stevan Purba mengatakan iklim investasi Indonesia cukup baik. fundamental ekonomi masih sangat kuat dan lebih banyak terpengaruh oleh faktor eksernal diantaranya perang dagang Amerika dan Cina.

Oleh karena itu menurutnya masih banyak peluang untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui investasi. Salah satunya investasi yang berasal dari dana tabungan berpotensi meningkatkan ketersediaan dana bagi investasi infrastruktur di masa mendatang.

"Investasi infrastruktur yang ada berpotensi dongkrak pertumbuhan ekonomi mencapai 7 persen, dan masih butuh lebih banyak lagi," ujarnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengatakan satu-satu jalan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga mencapai 7 persen adalah melalui investasi dalam dan luar negeri.

Dia menilai untuk mencapai hal tersebut, dirinya mendorong agar tim ekonomi Presiden Joko Widodo dalam lima tahun kedepan harus dirombak.

"Saya berharap ada perombakan besar-besaran tim ekonomi Presiden Jokowi jilid kedua. Karena cita-cita Jokowi sangat tinggi, misalnya sebelum Pemilu usai, beliau sudah wacanakan pemindahan ibu kota dan mau membawa Indonesia menjadi negara maju," katanya.

Menurutnya agar ada akselerasi pertumbuhan ekonomi, tim ekonomi Presiden Jokowi harus mengerti ekonomi yang pro pasar. Sehingga regulasi bisa berjalan sesuai dengan tujuan pertumbuhan ekonomi.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas