Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Kadin Nilai Kehadiran Maskapai Asing Mampu Dorong Pariwisata Indonesia

"Pemerintah kita dan sedang mendorong pariwisata, dan kita kan tahu, ke depan pendapatan terbesar Indonesia itu dari turisme," katanya

Kadin Nilai Kehadiran Maskapai Asing Mampu Dorong Pariwisata Indonesia
Vincentius Jyestha/Tribunnews.com
Rosan P Roeslani 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Kamar Dagang dan lndustri (Kadin) Indonesia, Rosan P Roeslani, menyambut positif rencana kehadiran maskapai asing di Indonesia.

Menurutnya, sektor pariwisata Indonesia secara otomatis akan terdorong dengan kehadiran maskapai asing yang direncanakan oleh Presiden Joko Widodo itu.

Baca: Jokowi Berencana Datangkan Maskapai Asing, Kadin : Kompetisi Tidak Harus Ditakuti

"Pemerintah kita dan sedang mendorong pariwisata, dan kita kan tahu, ke depan pendapatan terbesar Indonesia itu dari turisme. Kalau asing masuk ya pasti akan banyak melihat potensi 265 juta orang, dan yang traveling itu kan sangat banyak, jadi itu positif buat saya," ujar Rosan, di kediamannya, Jl Kemang Timur Raya No. 99A, Jakarta Selatan, Kamis (6/6/2019).

Namun, ia mengimbau masyarakat Indonesia untuk tak terlalu meributkan dari mana maskapai asing itu berasal nantinya.

Rosan menilai yang terpenting adalah kehadiran maskapai asing itu mampu menimbulkan efek besar bagi pariwisata atau lebih jauh bagi perekonomian Tanah Air.

Selain itu, kata dia, harus dilihat bahwa kehadiran maskapai asing akan menimbulkan kompetisi dengan maskapai lain.

Sehingga mereka akan berlomba-lomba memperbaiki diri dari segi manajemen hingga pelayanan agar tak kalah saing.

Baca: Hargai Perbuatan Baik Jokowi dan Megawati, Demokrat : AHY Dan Ibas Tunjukkan Tata Krama dan Etika

"Kita mestinya jangan melihat itu dari negara mananya, oh dari China, oh dari mana. Jangan. Yang penting semuanya bisa membawa asas manfaat terbesar bagi Indonesia. Itu saja," kata dia.

"Menurut saya sih jangan dilihat dari mananya, yang penting faktor bisa terciptanya kompetisinya, dan juga keselamatan jadi prioritas utama," tukas Rosan.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas