Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

OJK Pastikan Perusahaan Pengelola LinkAja Tak Bisa Jalani Bisnis Pinjaman Online

Finarya saat ini memang sudah mengantungi izin dari Bank Indonesia sebagai penerbit uang elektronik. Izin diberikan bank sentral pada 22 Februari 2019

OJK Pastikan Perusahaan Pengelola LinkAja Tak Bisa Jalani Bisnis Pinjaman Online
TRIBUN/HO
Direktur Finarya Danu Wicaksana bersama Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah dan Direktur Utama BNI Achmad Baiquni saat menjelaskan penggunaan aplikasi fintech LinkAja kepada Mentri BUMN Rini Soemarno yang hadir di acara Java Jazz 2019, Jakarta (3/3/2019). Sejak akhir Februari lalu, aplikasi LinkAja sudah beroperasi dengan mengkonversikan layanan TCASH Telkomsel yang kemudian nantinya akan diikuti sejumlah layanan inklusi keuangan berbasis aplikasi besutan sejumlah BUMN lainnya, terutama dari sektor perbankan. TRIBUNNEWS/HO 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Fintek Karya Nusantara, pengelola platform pembayaran digital LinkAja tak bisa menjalankan bisnis pinjaman online.

 Sebab, dalam POJK 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Berbasis Teknologi Informasi, penyelenggara layanan pinjaman online dilarang melakukan kegiatan usaha di luar kegiatan yang sudah ditetapkan.

Kepala Grup Inovasi Keuangan Digital dan Pengembangan Keuangan Mikro Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Triyono mengatakan LinkAja sejatinya masih bisa mengajukan izin menjadi penyelenggara pinjaman online, namun harus menggunakan perusahaan yang berbeda.

“Sebetulnya masing-masing POJK punya karakteristik sendiri, basic regulasifintech adalah activity based regulation. Artinya adalah peraturan yang dibuat hanya untuk satu aktivitas saja,” katanya saat ditemui di Jakarta Selasa (18/6).

Finarya saat ini memang sudah mengantungi izin dari Bank Indonesia sebagai penerbit uang elektronik. Izin diberikan bank sentral pada 22 Februari 2019. 

Nah hal ini yang menghambat Finarya untuk mengajukan izin ke OJK sebagai penyelenggara pinjaman online.

Meski demikian, Triyono bilang sebagai sebuah platform, LinkAja masih bisa menyediakan layanan pinjaman online. Asalkan diajukan oleh perusahaan berbeda. Dalam hal ini bukan Finarya. 

Terlebih, jika proyeksi jangka LinkAja menjadi super app yang menyediakan beragam layanan keuangan digital.

Baca: Daftar Terbaru Fintech yang Kantongi Izin KPK

“Dia (LinkAja) bisa bikin tapi harus terpisah izinnya. Jadi untuk perusahaan yang berbeda. Kemudian juga ada yang namanya super app yang punya beragam services sehingga punya beberapa izin, nanti disatukan di sana bisa juga,” sambungnya.

Rencana merambah bisnis pinjaman online sebelumnya dikemukakan oleh Direktur Utama PT Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo. Ia menyatakan hal tersebut memang menjadi rencana jangka panjang LinkAja.

“Layanan pinjaman online ini rencana jangka panjang, mungkin bisa meluncur di semester II-2020,” kata pria yang kerap disapa Tiko.

Berita ini sudah tayang di kontan berjudul Finarya tak bisa jalankan bisnis pinjaman online, ini alasan OJK

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Kontan
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas