Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Melantai di Bursa, Saham DMS Propertindo Dilepas Rp 100/Saham

Perseroan akan melepas sahamnya ke publik melalui skema penawaran umum perdana atau initial public offering ( IPO).

Melantai di Bursa, Saham DMS Propertindo Dilepas Rp 100/Saham
TRIBUN PEKANBARU/Theo Rizky
Staf di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Riau di Pekanbaru tengah menganalisa pergerakan harga saham, Rabu (5/9/2018). Hingga siang harinya, pasar modal Indonesia terus bergejolak, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok lebih dari 3 persen, dalam hal ini, Pasar saham Indonesia tercatat anjlok paling dalam se Asia. Salah satu penyebabnya adalah karena jatuhnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT DMS Propertindo Tbk, pengembang properti, perhotelan, dan jasa manajemen hotel akan menjadi emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Perseroan akan melepas sahamnya ke publik melalui skema penawaran umum perdana atau initial public offering ( IPO).

Direktur Utama DMS Propertindo Muhamad Prapanca menjelaskan, perseroan menawarkan 933 juta lembar saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham.

Adapun kisaran harga ditetapkan antara Rp 150-Rp 200 per lembar saham. "Bersamaan dengan penawaran umum ini, perseroan juga melaksanakan Obligasi Wajib Konversi (OWK) sebesar Rp 270.161.947.504," ujar Prapanca dalam keterangannya, Jumat (21/6/2019).

Seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam daftar penjatahan Penawaran Umum yang dikeluarkan oleh Biro Administrasi Efek pada Tanggal Penjatahan.

Untuk IPO, perseroan menunjuk PT Danatama Makmur Sekuritas selaku penjamin pelaksana emisi efek. Periode penawaran awal (book building) berlangsung pada tanggal 18 Juni 2019, dengan perkiraan tanggal efektif pada 27 Juni 2019.

Adapun penawaran umum akan dilaksanakan pada 2-3 Juli 2019. Pencatatan perdana saham (listing) di BEI ditargetkan pada 9 Juli 2019 mendatang.

Perseroan berencana mengalokasikan dana hasil IPO sebesar Rp 100 miliar untuk pembelian lahan potensial di Jawa Barat.

Baca: Melantai di Bursa Efek Indonesia, PT Hotel Fitra International Tbk Jual 220 Juta Lembar Saham

Sisanya akan digunakan untuk modal kerja operasional perseroan dan/atau entitas anak, yaitu PT Padjadjaran Raya dalam bentuk penyertaan modal.

Pendapatan usaha perseroan pada 2018 sebesar Rp 170 miliar, naik Rp 138 miliar atau sebesar 424,71 persen dari pendapatan usaha tahun 2017 yang sebesar Rp 32 miliar.

Ini terutama disebabkan adanya penjualan tanah, juga adanya penjualan unit rumah dan pendapatan dari hotel. Adapun laba tahun 2018 sebesar Rp 13 miliar, naik 18,61 persen dibandingkan pada 2017 yang mencapai Rp 11 miliar.

Total aset pada 2018 mencapai Rp 1,227 triliun, tumbuh 6,02 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp 1,158 triliun.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pengembang Properti dan Hotel Akan Melantai di Bursa"

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas