Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

KNPK Menolak Pemblokiran Iklan Rokok secara Total di Internet

"Karena regulasi yang ada terkait iklan rokok tak ada satupun yang mengamanatkan pemerintah secara semena-mena memblokir iklan rokok," kata dia.

KNPK Menolak Pemblokiran Iklan Rokok secara Total di Internet
Istimewa
Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) menolak pemblokiran iklan rokok secara total di internet. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - “Kami mempertanyakan kepada Kominfo apa landasan hukum pemblokiran iklan rokok di internet?” kata Komite Nasional Pelestarian Keretek, Muhammad Nur Azami, dalam Konferensi Pers di Jakarta, Kamis (27/6/2019). 

Larangan iklan rokok di internet sempat ramai diperbincangkan setelah adanya permintaan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk memblokis sejumlah iklan rokok yang muncul di internet.

Sejatinya, kata dia, isu pemblokiran iklan rokok ini menjadi bias sebab pemblokiran total iklan rokok di internet tidak memiliki dasar hukum yang jelas, dikarenakan iklan rokok yang tayang di internet sudah memenuhi kaidah regulasi yang ada.

"Karena regulasi yang ada terkait iklan rokok tak ada satupun yang mengamanatkan pemerintah secara semena-mena memblokir iklan rokok," kata dia. 

Baca: Bersama Wirausaha Sosial dan Komunitas Prakarsai Gerakan Recycle more, Waste less

Baca: Respons Prabowo Sikapi Putusan MK: Walaupun Keputusan Tersebut Mengecewakan, Kami Akan Patuh

Baca: Aero Aswar Lebih Displin Jalani Recovery PascaCedera Demi Main di Kejuaraan Dunia

Sementara itu, praktisi hukum dari Tim Pembela Kretek, Prananda Berbudi, menilai sejauh ini iklan rokok yang beredar di internet sudah sesuai peraturan yang berlaku. 

"Kalau sudah sesuai kenapa ada pemblokiran total? Tindakan Kominfo menjadi inkonstitusional," tegasnya. 

Adapun, Zulvan Kurniawan dari Liga Tembakau mengaku potensi penghasilan menghilang sekitar Rp 4 Triliun apabila iklan rokok di internet dihilangkan.

"Total belanja iklan rokok di internet mencapai 4 triliun rupiah. Bayangkan potensi ekonomi yang hilang akibat kerugian pemblokiran iklan rokok di internet," tambah Zulvan Kurniawan.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas