Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Rangkap Jabatan, Bos Garuda Indonesia Diperiksa KPPU

Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) memanggil Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara pada Senin (1/7/2019).

Rangkap Jabatan, Bos Garuda Indonesia Diperiksa KPPU
TRIBUNNEWS.COM/RIA A
Kantor KPPU 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) memanggil Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara pada Senin (1/7/2019).

Komisioner KPPU Dinnie Melanie mengungkapkan, pemanggilan tersebut berkaitan dengan kasus rangkap jabatan dari pria yang akrab disapa Ari Askhara itu.

"Iya kami panggil, ini prosesnya penyeledikan. Jadi dugaan kita ada jabatan rangkap, itu dalam UU 5 tahun 1999, mengenai persaingan jabatan rangkap itu ada pasal 26," kata dia Senin (1/7/2019).

Pantauan Tribunnews.com, Ari sudah tiba di kantor KPPU di Jalan Juanda sejak pukul 09.00 WIB. Ia ditemani kuasa hukum, VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan dan beberapa pejabat lainnya.

Baca: Menteri Sri Mulyani Bekukan Izin Auditor Laporan Keuangan Garuda Indonesia

Hingga berita ini ditulis pukul 13.25 WIB, Ari beserta kuasa hukumnya belum keluar dari ruang KPPU.

Untuk diketahui, Ari Ashkara saat ini menjabat sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia sekaligus menjadi komisioner utama di dua maskapai dalam grup Garuda, yaitu Citilink dan Sriwijaya Air.

Berdasarkan UU persaingan usaha Pasal 26, seseorang yang menduduki jabatan sebagai direksi atau komisaris dari suatu perusahaan, pada waktu yang bersamaan dilarang merangkap menjadi direksi atau komisaris pada perusahaan lain, apabila perusahaan-perusahaan tersebut:

1.Berada dalam pasar bersangkutan yang sama;
2. Memiliki keterkaitan yang erat dalam bidang dan atau jenis usaha; atau
3. Secara bersama dapat menguasai pangsa pasar barang dan atau jasa tertentu, yang dapat mengakibatkann terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat.

Penulis: Ria anatasia
Editor: Fajar Anjungroso
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas